oleh

Pengrajin Pot Kewalahan Layani Pesana

-Kecamatan-19 views

PRABUMULIH – Demam tanaman hias bonsai  di Kota Prabumulih kian “mewabah”. Akibatnya, usaha pembuatan pot bonsai di Kota Prabumulih kewalahan melayani pesanan.

Tentu saja, ramainya pesanan membuat omset pengrajin pot yang hanya bermodalkan semen pasir mendadak naik berlipat-lipat.

Suryanto warga RT 5 RW 3 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur salah satu pengrajin pot yang kebanjiran pesanan. “Pokoknyo setiap hari kewalahan,” katanya memulai pembicaraan.

Per hari kata dia, warga yang datang membeli pot bisa mencapai 5-10 bahkan dalam jumlah banyak. “Jadi kalau sekarang sejak bonsai rame, sebulan itu 100 lebih pot terjual,” tuturnya.

Untuk harga pot kata dia, tergantung ukuran mulai dari terkecil hingga ukuran besar. Yakni Rp 10 ribu – Rp 300 ribu. “Semakin besar semakin mahal,” ucapnya mengatakan omset per bulan mencapai Rp 5 juta.

Akibat banjir pesanan, Suryanto mengaku kewalahan lantaran tak memiliki karyawan. “Kita sendiri, jadi susah. Yang datang setiap hari banyak, pesanan banyak. Kadang yang sudah ada yang punya suka diambil sama yang datang. Itu kita tolak karena takutnya yang pesan datang,” imbuhnya mengaku tak banyak pesanan yang harus tertunda.

Disinggung proses pembuatan pot, Suryanto menuturkan tidaklah sulit. “Sebetulnya mudah, yang membuat lama itu prosesnya, dijemur itu harus sampai kering beberapa hari, kemudian di cat dihaluskan,” terangnya mengatakan terdapat 20 jenis pot dan semua jenis pot laris diburu.

Selain pencinta bonsai lanjut dia, banyak juga warga yang memburu pot untuk aglonema. “Ibu-ibu banyak yang cari, untuk kembang talas,” tukasnya.

Sementara Edi salah satu pembeli mengaku sudah sejak lama memesan pot. “Disini rame terus, jadi kadang dak kebagian. Pesan beberapo hari lalu baru bisao diambil,” pungkasnya.

Sedangkan Dian, yang awalnya tak terlalu menyukai bonsai tertarik untuk membeli pot bonsai.  Menurutnya, pot bonsai sangat unik. “Biso untuk pajangan di rumah, cak barang antik bentuknyo,” katanya.(08)

 

 

Komentar

News Feed