oleh

Pengangguran Masih Dominasi Penyalahgunaan Narkoba

PRABUMULIH – Dari Januari hingga Agustus lalu, tercatat sebanyak 89 pecandu narkoba menjalani rehabilitas alias rehab di Badan Narkotika Nasional (BNN). Untuk lepas dari ketergantungan narkoba, selama ini menjeratnya membuat hidupnya hancur dan terancam masuk penjara. Rekab dilakukan, tidak hanya rehab medis saja. Tetapi juga, rehab mental dan spritiual. Agar pecandu, tidak kembali menggunakan narkoba.

Plt Kepala BNN, Achmad Junaidi SPsi menerangkan, 89 pecandu narkoba direhab tersebut. Terdiri dari; 62 orang voluntary (SIL), dan 27 orang compulsary. “Sementara itu, sebanyak 63 orang pecandu dirawat jalan di Klinik Praja Nugraha BNN. Kita ada dokter dan petugas rehab, untuk melepaskan ketergantungan pecandu narkoba,” terang Junaidi sapaan akrabnya, Kamis (12/9).

Sedangkan, 26 orang gawat inap. Kata di, rawat inap dilaksanakan di Kalianda Lampung dan GAS. Merupakan, lokasi rehab rawat inap. “Hasil rehab kita lakukan, memang pengangguran mendominasi penyalahgunaan narkoba. Dan, paling rentan terjadi,” akunya. Selanjutnya, akunya disusul pekerja swasta, pelajar, dan lainnya. Dirincinya, ada 4 orang Januari dilakukan rehab. Lalu, Februari sebanyak 13 orang, Maret jumlahnya 7 orang.

Dilanjutkan, April 9 orang, Mei 15 orang, Juni 9 orang, Juli 20 orang, dan Agustus 12. “Juli memang terbanyak, jumlah 20 orang direhab. Dan, Januari paling sedikit jumlah pecandu direhab hanya 4 orang,” pungkasnya. Sambungnya, penyalahgunaan methamphetamine/shabu masih diurutan teratas dalam penanganan rehab narkoba di BNN. “Baru selanjutnya ganja, dan juga ineks alias ekstasi,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed