oleh

Penerima Dibatasi Lima Tahun

PRABUMULIH – Hingga Senin (14/12/2020), masih banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengundurkan diri.

Nah, mundurnya penerima PKH atau graduasi tersebut ternyata sesuai dengan instruksi dan aturan dari pusat yang membatasi penerima maksimal 5 tahun.

“Jumlah pastinya belum tau, karena daya masih diverifikasi,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Drs A Heriyanto MM, Senin (12/12/2020).

Dengan adanya aturan tersebut kata Heri, tentunya sudah banyak apalagi bantuan PKH sudah ada sejak tahun 2013. “Banyak yang sudah menerima lebih dari 5 tahun, ini masih diverifikasi. Data itu akan diserahkan ke pusat, karena pusat yang akan menentukan,” bebernya.

Diakui Heri, saat ini penerima PKH di Kota Prabumulih terus berkurang. Hal itu dikarenakan banyak penerima yang graduasi lantaran tak lagi masuk dalam komponen penerima.”Tahun lalu kita di angka 8 ribu lebih, tahun ini 7.800an penerima,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah panemi cobid-19 saat ini banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhati mulia dengan menyatakan mundur sebagai penerima PKH. Padahal, kondisi penerima masih layak menerima.

“Namun dengan ketulusan hati, tanpa adanya paksaan mereka sukarela mundur sebagai penerima PKH,” kata Koordinator Kota PKH Prabumulih Redi Alfison.

Meski belum menerima data pasti penerima yang mundur, namun sejauh ini kata Redi KPM yang banyak mundur dari Kecamatan Prabumulih Timur. Dimana informasinya, untuk Kelurahan Gunung Ibul 33 KPM, Sukajadi dan Tugu Kecil 9 KPM menyatakan sudah mundur. “Kemungkinan yang mundur akan terus bertambah,” ucapnya.

Redi menyampaikan, adapun alasan KPM PKH mundur karena tidak ingin terus menerus bergantung kepada bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial ini. Serta memberikan kesempatan kepada warga lain. “Intinya mereka ingin lebih mandiri, dan ingin memberikan kesempatan  kepada warga yang lain yang juga layak menerima bantuan,” jelasnya.(08)

Komentar

News Feed