oleh

Pendataan Gas Kota Ditenggat 9 Maret

PRABUMULIH – Setelah berhasil mendapatkan 6 ribu sambungan gas kota gratis belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih bakal kembali mendapatkan tambahan sambungan gas kota gratis di tahun 2019 mendatang.

Meski baru akan terealisasi di tahun 2019, namun untuk data pelanggan pemasangan sambungan gas tersebut sudah harus dikirim paling lambat 9 Maret mendatang.

“Untuk itu, pemerintah melalui para Camat dan Lurah akan mulai melakukan pendataan bagi masyarakat yang hendak melakukan pemasangan sambungan gas kota untuk tahun 2019 mendatang. Mengingat pendataan ini merupakan pendataan terakhir untuk sambungan gas kota secara geratis. Jadi setelah 2019 nanti bagi warga yang ingin pasang gas kota itu tidak gratis lagi dan akan dikenakan biaya nantinya,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Prabumulih, H M Kowi Ssos MSi, saat dibincangi setelah memimpin rapat Sinkronisasi Pemuktahiran Data Calon Pelanggan Gas Rumah Tangga Usulan Tahun 2019 bersama PD Petro Prabu, camat dan lurah di ruang rapat lantai I Pemkot Prabumulih, kemarin (23/2).

Untuk penambahan sambungan di tahun 2019 mendatang, dari pusat akan dibatasi kuota hingga 4,500 sambungan. “Jadi kita imbau kepada perangkat desa untuk di data betul warga yang belum pasang gas kota. Terutama bagi warga yang tinggal di kontrakan agar kiranya dapat meminta persetujuan tuan rumah bila akan melakukan pemasangan sambungan gas kota itu,” katanya sehingga kedepan sambungan gas kota itu dapat dipertanggung jawabkan.

Maka dari itu, pihaknya pun kemarin sudah mengumpulkan camat dan lurah di Prabumulih untuk segera mendata warga yang belum memiliki gas kota. “Batas pengumpulan data kita deadline sampai tanggal 9 Maret 2018, selanjutnya data akan segera dikirim ke pusat,” tegasnya.

Secara terpisah, Direktur Utama PD Petro Prabu, Azhari Harun menuturkan bahwa pihaknya mendeadline para perangkat desa pada 9 Maret mendatang terakhir menyerahkan data. “Kita mendata yang belum terpasang sambungan gas kota melalui Camat dan Lurah,” jelasnya seraya menuturkan jangan sampai yang sudah terpasang tidak dimanfaatkan.

Masih kata dia, mengenai banyaknya keluhan pelanggan soal pembayaran, pihaknya pun bakal membuat terobosan baru yakni setiap pencatat meter harus menggunakan kamera. “Karena sekarang tigkat ke eroran masih banyak. Jadi memang baiknya pencatat meteran itu menyampaikan data dengan dibuktikan foto. Serta kalau ada yang komplain juga diharapkan ke kantor pasti di layani,” pungkasnya. (01)

News Feed