oleh

Pemuja Sabu Dicokok di SP 5 Bakaran

PRABUMULIH – Pemuja narkoba jenis sabu, sepertinya tidak pernah jera memakai barang terlarang tersebut. Meski, polisi kerap kali menjebloskan pemujanya ke penjara. Belum lama ini, satu lagi pemuja sabu berhasil dicokok. Belakangan diketahui, tersangkanya, Ferry Firmansyah alias Iman (36), warga Jalan Cempedak No 020 RT 04/RW 02 Kelurahan Muntang Tapus, Kecamatan Prabumulih Barat.

Tersangka ditangkap Minggu lalu (4/8), sekitar pukul 16.00 WIB di Jalan Simpang (SP) 5 Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan. Informasi penangkapan tersangka dihimpun awak media, informasi ada penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lokasi kejadian. Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung bergerak melakukan penangkapan.

Di tempat kejadian perkara ditemukan tersangkan diduga pengguna narkoba. Setelah diintrogasi, barang bukti satu paket narkoba jenis sabu terbungkus plastik klip bening seberat 0,27 gram disimpan tersangka dipinggir jalan.

Petugas pun, langsung meminta tersangka mengambilnya untuk menjerat tersangka terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Dihadapan petugas di sela-sela release dipimpin Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk bersama Kasatres Narkoba, AKP Zon Prama mengaku, sudah setahun menjadi pasien bandar narkoba.

Untuk memenuhi, kebutuhannya sebagai pemuja sabu. “Baru setahun inilah, aku make sabu. Aku beli paketan Rp 100 dari BD di Bakaran Kelurahan Sukaraja,” sebutnya. Nah, kata dia, baru selesai membeli paket sabu dan hendak memakainya keburu ke tangkap petugas. “Waktu ditangkap, aku itu abes beli sabu. Nak make dewek,” tambahnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH membenarkan penangkapan tersangka pecandu narkoba. “Kasusnya, masih terus kita kembangkan. Tersangka, Ferry Firmansyah dan barang bukti sudah kita amankan. Sekarang ini, tersangka tengah menjalani proses hukum terkait kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba membelitnya,” bebernya kepada awak media, Senin (5/8).

Akibat penyalahgunaan narkoba, kata Tito, tersangka dijerat dengan Undang-undang (UU) Republik Indonesia (RI) No 35/2009 tentang narkoba dan psikotropika. “Dikenakan Pasal 112 ayat 1 dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Denda paling sedikit Rp 800 juta, paling banyak Rp 8 miliar,” tukasnya. (03)

Komentar

News Feed