oleh

Pemkot Serius Sikapi Soal Tapal Batas

PRABUMULIH – Pemerintah kota Prabumulih menepis anggapan kalau pejabat di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) tidak peduli masalah tapal batas antara Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim. Asisten I, Drs Aris Priadi SH MSi menyebutkan, kalau Pemkot tidak diam saja. Tetapi, sudah mengakomodir tuntutan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala dengan mendatangkan tim dari provinsi. Lalu, mengecek tapal batas yang dibuat Pemkab Muara Enim dianggap memasuki wilayah Gunung Kemaala, belum lama ini.

“Sesuai surat yang diberikan tugas pada kita untuk mendampingi tim dari provinsi, mengecek pilar batas yang dibuat Pemkab Muara Enim. Telah membawa alat untuk menghitung titik koordinat terhadap pilar batas yang dipersoalkan dan disampaikan warga kepada kita. Dari hasil pengecekan tim provinsi juga hadir anggota dari Topografi Kodam II/SWJ, saat ini masih memproses untuk mengetahui apakah pilar batas sesuai atau tidak sesuai dengan titik koordinat batas wilayah dan masih kita tunggukan hasilnya,” terang Aris, sapaan akrabnya dibincangi awak media.

Lanjutnya, memperhatikan aspirasi masyarakat Kelurahan Gunung Kemala yang mengharapkan patok yangg dipasang harus digeser karena tidak sesuai. “Insya allah, Pak Wako dan Wawako pasti akan mendukung kita untuk memperjuangkan aspirasi tersebut, tentunya dengan bukti dasar pendukung kuat otentik, relevan dan rasional. Walaupun kemungkinan nanti ada kelemahan yang terjadi dalam proses kesepakatan sebelumnya, antar daerah bila ada yang kurang menguntungkan wilayah kota Prabumulih khususnya wilayah Gunung Kemala. Kita akan minta tinjau ulang dengan menunjukkan dasar alasan yang tepat atau data pembanding lain yang kita miliki,” ucap Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) ini.

Lanjut pria pernah menjabat Sekretariat Dewan (Sekwan), terhadap adanya kabar masyarakat emosional terhadap pejabat. Dan, pejabat tidak mau turun ke lapangan. “Kabar kurang baik itu tidak demikian, kita telah mengecek patok lama di Lebung Kure dan Makam Puyang Panjang ditunjukkan masyarakat. Karena, kita fokus cek pilar sesuai dengan surat tugas saja agar tidak meluas, dan itu sudah selesai,” akunya. Ungkapnya, diakhir kegiatan anggota masyarakat sudah minta maaf atas emosional dilakukan dan sudah dimaafkan. Tentunya, ia tetap berharap dalam rangka memperjuangkan masalah batas wilayah seluruh unsur agar menjaga suasana harus tetap kondusif dengan komunikasi terbuka, terarah dan konstruktif.

Sebutnya, selama ini pejabat Pemkot selalu hadir. Dalam menyikapi, masalah masyarakat dan selalu turun dan terjun langsung. Masalah tapal batas di Kelurahan Payuputat ini, bukan kali pertama. “Pejabat Pemkot, selalu datang untuk membantu masyarakat sesuai dengan komitmen Pak Wako dan Wawako,” bebernya. Sebenarnya, ia menyayangkan ada anggapan tersebut. Tetapi, karena masalahnya sudah selesai dengan masyarakat dan hanya sebatas kesalahpahaman. Akhirnya, masyarakat juga memahami tugasnya tidak boleh diluar kewenangan. “Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat dan TNI-Polri dan unsur lainnya telah membantu kelancaran dan ketertiban kegiatan di lapangan,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed