oleh

Pemkot Berencana Ngutang ke SMI

-Metropolis-419 views

#Untuk Biayai Proyek PDAM
PRABUMULIH – Defisit anggaran yang mengancam rencana penyertaan modal ke PDAM Tirta Prabu Jaya nampaknya tak akan menghentikan langkah pemerintah kota (pemkot). Pemkot berencana tetap akan menyertakan modal untuk proyek PDAM meski harus mengajukan pinjaman atau ngutang ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), perusahaan pembiayaan infrastruktur yang didirikan pada 26 Februari 2009 dan berstatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenku). Rencana pemkot bakal mengajukan utang sebesar Rp150 miliar.

“Dan, mengutang untuk pembiayaan infrastruktur PDAM Tirta Prabu Jaya tersebut diperbolehkan dan tidak menyalahi aturan. Apalagi, sesuai pernyataan Presiden RI Jokowi bagi daerah yang punya program infrastruktur pelayanan dasar bisa mengajukan ke PT SMI. Kita nantinya minta Badan Keuangan Daerah (BKD) melakukan penjajakan dengan DPRD untuk pengembangannya kita butuh dana sekitar Rp 150 miliar,” ungkap Ridho kemarin (9/11).

Namun sebelum mengambil langkah lebih jauh, Ridho memastikan eksekutif akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan legislatif terkait recana tersebut. Jika DPRD setuju, rencana tersebut baru akan dilanjutkan.

“DED (detail engineering design) sudah siap, tinggal persetujuan dewan melalui peraturan daerah (perda). Dan, akan kita paparan di sana. Prosentasi warga yang menikmati air bersih ke depannya bisa seperti gas kota. Semua masyarakat bisa menikmati aliran PDAM Tirta Prabu Jaya. Bukan seperti sekarang, masih sekitar 25 persen,” ucapnya.

Kata ayah tiga anak ini, pembangunan infrastruktur jaringan PDAM Tirta Prabu Jaya menjadi poin penting, untuk pengembangan dan penyehatan perusahaan tersebut.

“Sehingga, bisa mengelola air bersih dan mendistribusikannya kepada masyarakat secara optimal dan maksimal,” bebernya.

Ketua DPRD, H Ahmad Palo SE dimintai komentarnya mengungkapkan, langkah tersebut sangat positif dan bagus. Ia menyatakan mendukung semua langkah untuk rencana tersebut. “Tapi itukan baru wacana, perlu kita lakukan kajian lebih dahulu. Baik dari sisi aturan dan manfaat seperti apa,” ujarnya.

“Perlu kajian yang mendalam karena utang tersebut harus dibayar. Dan, Pemkot sudah siap belum untuk itu? Kalau manfaatnya bagus, jelas kita dukung. Demi seluruh warga menikmati air bersih di kota ini,” tukasnya. (06)

News Feed