oleh

Pemilik Warung Makan Menjerit

-Ekonomi-128 views

PRABUMULIH – Kenaikan harga ayam tak hanya membuat pusing Ibu Rumah Tangga (IRT), pemilik warung makan juga merasakan imbas kenaikan harga ayam.

Ahmad, pemilik salah satu warung makan soto di Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat mengaku pusing akibat kenaikan harga ayam yang secara tiba-tiba. “Dari Rp 22 ribu harga ayam negeri sekarang susah Rp 27 ribu, kami ikut pusing harga ayam yang melekat kami pemilik rumah makan menjerit,” kata Ahmad.

Betapa tidak kata dia, bila harga ayam naik tentu akan membuat pemilik rumah makna merugi. Sementara bila harga menu nasi ayam dinaikkan, akan berdampak pada konsumen. “Kalau kami naik, konsumen pasti protes, ini dilema bagi kami,” ujarnya.

Salah satu agar harga nasi ayam tak naik, kata Ahmad porsi ayam terpaksa harus diperkecil. “Itu yang kami lakukan, kami menyesuaikan. bila nanti ayam sudah normal, nasi ayam yang kami jual akan kembali seperti semula,” imbuh Ayah satu anak ini.

Ditambahkan Musnaini, harusnya harga ayam belum mengalami kenaikan. “Ini belum lebaran Idul Adha tapi ayam sudah, naik. Bisa bisa nanti akan lebih melonjak,” keluhnya.

Ia berharap, agar dalam waktu beberapa hari ini harga ayam kembali normal. “Kami minta diawasi, kenapa bisa naik jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi. Yang akan berdampak pada harga yang kian melambung,” pungkasnya. (08)

Komentar

News Feed