oleh

Pembangunan Prasasti Jembatan Diprotes

-Metropolis-446 views

PRABUMULIH – Belum lama ini sebuah prasasti dibangung tak jauh dari jembatan Jalan Lingkar Timur (Jalingtim) dekat Citi Mall. Di prasasti tersebut juga dibuat keterangan nama sungai.
Namun belakangan proyek Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Provinsi Sumsel itu diprotes. Pasalnya, penulisan nama sungai pada prasaksi tersebut dianggap salah dan telah menghilangkan bukti sejarah.
Di dua prasasti tersebut tertulis Jembatan Sungai Bunut B dan Jembatan Sungai Kelekar B. Padahal Zainal, Ketua RW 01 Kelurahan Gunung Ibul seharusnya tertulis aliran Sungai Telang dan satunya Sungai Kelekar.
“Terus terang saja, saya selaku RW dan warga pribumi di Gunung Ibul ini sangat tidak bisa menerima perubahan nama sungai ini. Sejak dari zaman nenek moyang kami nama sungai itu satu Sungai Kelekar dan satunya lagi itu aliran Sungai Telang,”keluhnya.
Menurut dia, perubahan nama kedua dua aliran sungai dilakukan sepihak. Dan belakangan banyak tokoh masyarakat dan warga pribumi Gunung Ibul menyoal permasalahan tersebut.
“Kalau nama aliran sungai itu diubah seperti ini sama saja akan merusak pembelajaran bagi para generasi anak cucu kita di sini ke depan untuk mereka dapat mengenali sejarah di lingkungan gunung Ibul ini, jangan seperti itu kami sangat tidak setuju,” tegas dia.
Lebih lanjut diuraikan oleh Zainal terkait sejarah singkat dua aliran sungai tersebut diantaranya sejarah asal terbentuknya aliran sungai kelekar yang mengalir di lokasi jembatan yang diubah namanya Sungai Bunut B tersebut merupakan hasil pertemuan dua aliran arus sungai Nibung dan anak sungai kelekar.
“Aliran di jembatan yang ditulis jembatan Sungai Bunut B itu bukan Sungai Bunut tapi itu Sungai Kelekar. Yang sejak nenek moyang kami di sini terbentuk dari dua pertemuan arus aliran anak Sungai Nibung yang mengalir ke anak Sungai Kelekar,” jelasnya.
Begitupun sambung dia, sejarah membentuknya aliran Sungai Telang yang diubah menjadi Sungai Kelekar B itu. Dikatakan Zainal, bahwa aliran sungai Telang itu merupakan berasal dari pertemuan dua arah aliran sungai nibung mengalir dahulu ke sungai kelekar hingga bermuara ke anak sungainya,” bebernya.
Oleh karena itu, diharapkan oleh Ketua RW01 Gunung Ibul ini kepada pihak Pemkot Prabumulih untuk dapat segera berupaya menggantikan tulisan pada prasasti jembatan di lokasi tersebut seperti nama sungai sediakalanya.
“Jangan sampai hal sepele seperti tulisan di jembatan ini terus dibiarkan, masyarakat pribumi disini mungkin bisa lebih marah, mereka warga disini sangat mengenal sejarah budaya di lingkungannya. Jadi kami sangat berharap hal ini bisa segera diperbaiki oleh pihak-pihak terkait,” tandasnya. (Mg03)

News Feed