oleh

Pelototi Keramaian, Tekankan Protokol Kesehatan

-Metropolis-20 views

 

  

PRABUMULIH – Covid-19 masih di sekitar masyarakat, untuk itu Pemerintah kota (Pemkot) menekankan masyarakat selalu waspada. Utamanya, masalah protokol kesehatan sebagai langkah efektif untuk menangkal virus asal Wuhan.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM tidak henti-hentinya mengingatkan agar masyarakat terus meningkatkan kesadaran terkait protokol kesehatan. “Inilah yang kita khawatirkan, ketidak patuhan masyarakat akan protokol kesehatan menimbulkan cluster baru. Sejak awal, sudah kita wanti-wanti terus, agar protokol kesehatan terus diperhatikan,” ujarnya, Minggu (9/8/2020) kepada awak media.

Orang nomor satu ini mengimbau kepada masyarakat kota Prabumulih untuk selalu pakai masker. Dan jaga jarak, rutin cuci tangan serta protokol kesehatan lainnya. “Hindari keramaian, agar tidak terpapar Covid-19. Memang ada cluster baru, yaitu cluster pasar. Karena, adanya kasus positif,” jelas Ridho.

Di tengah new normal ini, ia mempersilahkan masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa. Tetapi, protokol kesehatan perlu terus diperhatikan. “Sekarang ini, tersisa 14 kasus positif. 3 dirawat di RS, dan 11 menjalankan isolasi mandiri,” beber suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Ia tidak menginginkan, ekonomi masyarakat Prabumulih yang sudah berangsur normal kembali mati suri akibat kembali adanya kasus Prabumulih. “Covid-19 belum bisa hilang, ekonomi kita harus terus bangkit. Jangan sampai mati kembali, makanya ke depankan protokol kesehatan,” tekannya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr H Happy Tedjo TS MPH mengungkapkan, tak henti-hentinya mengimbau, agar protokol kesehatan harus terus menjadi poin penting di masyarakat.

“Kita sadar, pemakaian masker kesadarannya mulai berkurang. Harus terus ditingkatkan, Tim Gugas Covid-19 kembali bekerja keras untuk menyembuhkan yang positif. Sehingga, Prabumulih kembali zona hijau,” ujarnya.

Sekarang ini, akunya data dari Gugas Provinsi, Prabumulih dengan 105 kasus positif, 11 meninggal. Dan 80 kasus sembuh. “Kasus terkonfirmasi positif tersisa, hanya 14 kasus. 2 kasus di RS Prabumulih, 1 kasus di RS Palembang. Dan, 11 kasus isolasi mandiri,” pungkasnya.

Disinggung terkait data status zona merah seperti yang dikeluarkan oleh BNPB. Secara tegas Tedjo mengatakan data yang dikeluarkan tersebut tidak sama dengan yang ada di gugus tugas.

Karena itulah pihaknya akan menyampaikan klarifikasi dan sinkornisasi data. “Akan kita klarifikasi, mungkin yang dilaporkan tidak sampai kesana. Sementara memang untuk penentuan zona itukan BNPB, mereka yang tau kriterianya. Kesadaran masyarakat yang rendah seperti di pasar bisa saja,” tukasnya.(03)

 

Komentar

News Feed