oleh

Pelanggan Ngeluh, Tagihan Gas Kota Membengkak

-Metropolis-88 views

PRABUMULIH – Sejumlah pelanggan gas kota mengeluhkan pembayaran gas kota yang membengkak sejak beberapa bulan ini.

Parahnya lagi, kenaikan pembayaran gas kota dinilai sudah tak wajar. Oleh sebab itu, beberapa pelanggan mengadu dengan mendatangi kantor PD Petro Prabu yang merupakan pihak pengelola gas kota.

Seperti yang dialami Amir, warga RT 02 RW 07 Kelurahan Wonosari Kecamatan Prabumulih Utara. Saat akan membayar tagihan, dirinya terkejut sebab pembayaran mencapai ratusan ribu. “Padahal rata-rata bulan-bulan sebelumnya hanya Rp 43 ribuan. Tiba-tiba untuk pembayaran bulan Juli maupun Agustus naik menjadi Rp 400 ribu. “Jadi selama dua bulan itu tagihan sampai Rp 844.000,” keluh Amir dibincangi di Kantor Wali Kota lama, Senin (23/9).

Padahal kata Amir, pemakaian gas kota di rumahnya sama seperti sebelumnya. “Jadi bingung, makanya datang kesini minta solusi. Sebab kalau mau bayar kita bingung, sementara makan saja susah,” tuturnya.

Hal sama dialami oleh Ami Rosnida, warga jalan Serasan ini memilih mengurungkan niatnya untuk membayar tagihan gas kota. Sebab, selama beberapa bulan ini terjadi kenaikan harga tarif gas. Seperti halnya Amir, sebelum-sebelumnya pembayaran tagihan gas hanya berkisar Rp 40-an ribu, dan paling tinggi hanya Rp 75 ribu. Namun sejak bulan Juli pembayaran gas kota naik mencapai Rp 105.000. “Terus bulan Agustus lebih dari Rp 300 ribu, jadi kami tunda dulu bayar. Sementara pemakaian samo dengan sebelum-sebelumnya,” terang pedagang di Pasar Inpres ini.

Lebih lanjut Ami menyampaikan, dari hasil laporan ke pihak PD Petro Prabu bengkaknya pembayaran dikarenakan beberapa kemungkinan. “Katanya sebelum sebelumnya pembayaran masih belum normal, terus ada yang bocor. Tapi entahlah, yang pasti kami selaku pelanggan berharap segera diselesaikan. Kalau terus seperti ini makin susah kami,” jelasnya.

Terpisah Direktur PD Petro Prabu H Azhari Harun mengungkapkan, terjadinya pembengkakan pembayaran diduga karena kebocoran pada jaringan gas pelanggan. “Kalaupun tidak karena bocor, mungkin juga dikarenakan pada tagihan sebelumnya jumlah yang ditagih masih nol. Sehingga saat pembayaran berikutnya dikalkulasikan pada pembayaran berikutnya, namun tetap disesuaikan pada pemakaian yang ada di meteran,” terang Azhari kepada wartawan.

Lebih jauh Azhari mengakui, sejuah ini pembayaran tagihan gas kota lebih tertib dari sebelumnya. Pelanggan yang biasa menunggak, mulai melakukan pembayaran sebelum adanya tunggakan. “Dan kami masih memberikan keringanan, bagi pelanggan yang menunggak untuk mengangsur pembayaran,” tukasnya seraya menambahkan sudah sekitar 1600 pelanggan diputus karena menunggak. (08)

Komentar

News Feed