oleh

Pedagang Tunggu Ketegasan dari Pemerintah

-Ekonomi-58 views

PRABUMULIH – Rencana perpindahan para pedagang pasar untuk masuk ke dalam gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) yang sudah dibahas sejak tahun lalu hingga kini belum juga berhasil 100 persen. Para pedagang masih saling tunggu untuk pindah secara bersama-sama. Salah seorang perwakilan pedagang di Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Prabumulih, Rizal mengatakan, bahwa perpindahan para pedagang untuk menempati lapak yang sudah disediakan dan masih menunggu ketegasan dari Pemerintah Kota Prabumulih untuk memindahkan pedagang secara serentak.

Menurutnya, dulu pedagang mengeluhkan gelap, namun saat ini sudah terang dan kapasitas listrik sudah ditambah daya. Fasilitas lain juga sudah lengkap, air banyak dan toilet ada, namun sekitar 300 pedagang tetap bertahan untuk tidak masuk ke dalam los karena masih ada yang maju mundur dan ragu-ragu.
“Mereka saling tunggu, ada yang sudah siap untuk pindah. Namun karena ada pedagang yang masih bertahan, jadi pedagang yang siap pindah kembali mengurungkan niatnya. Makanya disini peran pemerintah perlu menekan kembali tujuan untuk perpindahan,” jelasnya yang didampingi pedagang lainnya.

Sementara Kepala UPTD Pasar, Taufik Hidaya SE saat dikonfirmasi koran ini mengatakan kalau para pedagang saat ini sedang masuk dalam masa jedah waktu untuk melakukan persiapan lantaran menunggu waktu perpindahan secara serentak. “Memang saat ini sudah masuk limit waktu maksimal, merupakan jeda waktu untuk para pedagang mempersiapkan lapak. Lantaran itu kita juga selalu mengingatkan dan mensosialisasikan pada pedagang untuk menempati lapak agar tidak terjadi eksekusi,” jelasnya.

Sementara salah seorang pedagang di lorong Andalas, Yanti saat disambangi koran ini mengatakan dirinya harus tetap berjualan meskipun para pedagang belum banyak pindah ke dalam PTM. Karena dirinya tidak memiliki lapak untuk menjajakan barang dagangannya di dalam lost PTM, sehingga dirinya bebas menggelar lapak di mana saja lapak kosong.

Setidaknya pedagang berbagai jenis kaos kaki dan pakaian sekolah ini sudah 4 kali pindah lapak dalam waktu singkat. Bukan dirinya saja, tapi banyak lain yang juga pedagang yang menumpang di lapak kosong. “Karena yang punya lapak tidak jualan, sedangkan kebutuhan kami harus dipenuhi sehingga jalan satu-satunya adalah kami tetap jualan meskipun harus pindah-pindah menempati lapak siapa saja yang kosong,” tandasnya.

Terpisah Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, Elman ST MM sebagai ketua tim pemindahan pedagang pasar, saat dikonfirmasi koran ini mengatakan wacana eksekusi jika memang memungkinkan tidak harus direalisasikan. Karena pihak pemerintah kota berharap agar permasalahan perpindahan pedagang pasar dapat direalisasikan dengan cara kekeluargaan dan musyawarah mufakat.

“Para pedagang juga mungkin masih banyak keluarga kita, jika memang masih bisa diselesaikan dengan cara musyawarah dan secara kekeluargaan mengapa harus dilaksanakan eksekusi, kita terus membahas permasalahan ini Insya Allah dapat segera terselesaikan,” tandasnya seraya mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan kembali, terkait permalasahan perpindahan pedagang. (05)

Komentar

News Feed