oleh

Pedagang Pasar Bedung Akan Ngadu ke DPRD

-Kecamatan-228 views

PRABUMULIH – Permintaan pedagang pasar untuk memperpanjang waktu pasar beduk tidak dipenuhi oleh Pemerintah Kota (pemkot) Prabumulih.
Bahkan kemarin, tenda pasar beduk yang digelar oleh pemkot di depan kantor wali kota lama dibongkar. Akibat pembongkaran tersebut pedagang yang berjualan di pasar beduk kecewa.
“Padahal kami sudah mengajukan proposal untuk permohonan perpanjangan, tapi tidak disetujui, Paling tidak sampai satu minggu. Karena memang selama ini tidak pernah hanya satu minggu,” kata koordinator pedagang pasar beduk Nunung Daud, kemarin.
Disampaikan Nunung, seharusnya pemerintah memperpanjang waktu pasar beduk. Dengan tetap memasang tenda dilokasi. Apalagi menurutnya, tercatat sekitar 80 pedagang yang menggantungkan penghasilan dari pasar beduk selama Ramadhan ini. “Harusnya keinginan masyarakat dipenuhi, ini hanya satu tahun sekali. Dan kami berjualan disini murni mencari rezeki,” jelasnya.
Lebih lanjut Nunung menyampaikan, atas kekecewaan tersebut pihaknya berencana untuk mengadu ke DPRD. “Harusnya pemerintah mendengarkan dan memikirkan masyarakat kalau pemerintah tidak mendengarkan, bisa jadi kami akan ke DPRD. Kalaupun nanti tidak ada respon kami sudah berinisiatif untuk menyewa tenda,” tuturnya.
Sri pedagang lainnya menyampaikan kekecewaan senada. Menurutnya, sejak puluhan tahun baru kali ini pasar beduk hanya digelar selama 7 hari. “Selama ini 23 hari, tenda baru dibongkar. ini baru inilah tujuh hari tenda sudah dibongkar, dan kami harus nyiapkan tenda dewek, iyo kalau ado payung dewak yang lain kan kasihan,” bebernya.
Disampaikannnya, pemindahan lokasi pasar beduk dari Masjid Nur Arafah ke lapangan Kantor Wako lama dinilai sangat tepat. Terbukti jelas dia, pengunjung dan pembeli sangat ramai. “Dibanding tahun-tahun lalu, bejualan disini paling lumayan. Banyak pembeli, pegawai maupun swasta dan masyarakat,” lanjutnya.
Pedagang lainnya yang juga bernama Sri mengaku, memang untuk berjualan dilokasi masih diperbolehkan. Namun pedagang terkendala tenda. “Katek tenda percumo jugo, yang ado payung enak kami yang katek payung ini susah. Sementaro untuk kebersihan kami rutin setiap hari bayar Rp 2ribu,” sambungnya.
Pantauan koran ini, akibat pembongkaran tenda beberapa pedagang memilih berjualan di trotoar. “Terpaksa katek pilihan lain, nak tempat lain jauh. Sementaro yang lain banyak yang mencar ado yang malah bejualan dirumah,” tambah Sri.
Terpisah Kepala Dinas Perdagangan Junaidi SP dikonfirmasi mengungkapkan, memang sejak awal pasar beduk hanya digelar selama 7 hari. “Biaya untuk sewa tenda terbatas, kalau pedagang masih berjualan di lokasi itu tidak dilarang tapi fasilitas tidak bisa dipenuhi, karena ini sudah kebijakan pimpinan,” tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pedagang Pasar Beduk yang berjualan di depan Kantor Wali Kota lama meminta agar pasar beduk yang diselenggarakan oleh pemerintah kota (pemkot) diperpanjang.
Permintaan tersebut disampaikan masyarakat, mengingat pasar beduk hanya akan dilaksanakan selama 7 hari sejak hari pertama dibuka. Padahal biasanya pasar beduk digelar selama 23 hari. “Kemarin cumo disampaikan 7 hari, ini tenda ado yang nak mulai dibongkar. Tapi kami nak minta diperpanjang,” kata salah satu pedagang pasar beduk ketika itu. (08)

News Feed