oleh

Pedagang Elektronik Berharap Dolar Stabil

PRABUMULIH – Kurs dollar kembali naik. Saat ini menyentuh Rp 15 ribu per 1 dollar Amerika (AS). Melemahnya nilai rupiah terhadap dollar berbuntut kenaikan harga.
Salah satunya, harga elektronik yang menjadi kebutuhan masyarakat di Bumi Seinggok Sepembuyian ini. Pantauan koran ini di salah satu toko elektronik, Toko MR yang berada di kawasan Pasar Inpres mau tidak mau harus menaikan harga barang elektronik yang dijualnya. Kalau tidak mau merugi, imbas kenaikan dolar.
“Kalau barang kecil naiknya mencapai 5 persen, tetapi barang besar naiknya 3 persen. Awal September lalu, harga barang naik,” ujar Pengelola Toko MR, Herman kepada koran ini, akhir minggu ini.
Lanjutnya, terus naiknya harga dollar. Ia mengalami penurunan omzet penjualan barang, kisarannya mencapai 7 persen. “Baik penjualan secara kredit dan cash, semuanya menurun. Imbas terus naiknya dollar,” akunya.
Sebagai pelaku usaha, kata dia cuma bisa berharap harga dollar kembali normal seperti biasa. Ungkapnya, percuma harga naik. Tetapi, pembeli seperti sekarang ini.
“Kalau harga dollar turun dan normal, jelas penjualan kita naik lagi,” harapnya. Menurutnya, sejauh ini pembelian elektronik di tokonya didominasi pembelian AC dan kulkas. Kemungkinan, kata dia faktor cuaca yang menyebabkannya. “Kita juga masih terbantu, adanya pembelian elektronik dari sejumlah instansi swasta dan pemerintah,” bebernya.
Berbeda dengan usaha material bangunan, kenaikan kurs dollar juga tidak berimbas. Pemilik Toko Bangunan, Marwan mengungkapkan, kalau banyak proyek justru itu yang menyebabkan harga bangunan naik.
“Selain itu, naiknya BBM juga bisa menjadi pemicu kenaikan harga material. Kalau naiknya dollar, sekarang ini tidak terlalu berimbas. Apalagi, harga juga tidak berubah,” tegasnya.
Namun begitu, ia tetap berharap kalau kurs dollar turun dan harga rupiah menguat. Sehingga, perekonomian khususnya di Prabumulih justru stabil lagi. “Kalau dollar turun hingga Rp 10 ribu, daya beli masyarakat akan normal lagi,” tambahnya. (03)

News Feed