oleh

PDU Solusi Atasi Sampah Plastik

PRABUMULIH – Keberadaan Pusat Daur Ulang (PDU) kota Prabumulih, untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah, terutama plastik mulai disosialisasikan.
Betapa tidak, saat ini selain sampah organik sampah non organik terutama sampah plastik banyak menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Meski sudah ada Bank Sampah, tapi tidak semua bisa disetor di BSP. Dan PDU inilah salah satu solusi mengurangi sampah seperti plastik, termasuk karpet dan sejenisnya,” kata Direktur PDU Romdoni melalui Manager Humas dan Jaringan PDU M H Muhajir.
Sosialisasi kata Muhajir, sudah dilakukan dengan sasaran unit sampah, lingkungan Kelurahan termasuk Puskemas dan RSUD. “Untuk unit-unit sampah rata-rata sudah kami kunjungi, keberadaan PDU sudah kami sosialisasikan. Sebab pembatasan penggunaan kantong plastik saja tidak cukup, perlu ada upaya untuk mengutangi dengan mengumpulkan yang ada untuk diolah di PDU,” imbuhnya.
Masih lanjut Muhajir, sampah atau limbah yang ada di beberapa TPS bahkan TPA didominasi oleh plastik. “Penggunaan plastik memang masih tinggi saat ini, sementara kita tau plastik tidak akan hancur dengan mudah walupun ditimbun ataupun dibakar. Dibakar malah akan menimbulkan polusi,” terangnya.
Saat ini ungkapnya PDU menjadi solusi, untuk mengatasi keberadaan sampah plastik. “Rata-rata 2 ton sampah plastik yang sudah kami kumpulkan perminggu untuk diolah di PDU, ini bukan perkara mudah, bisa menjadi ancaman kedepan. Dan inilah upaya kami mengurangi limbah plastik dengan adanya PDU,” jelasnya.
Masih lanjut dia, keberadaan PDU selain mengurangi pencemaran lingkungan. Juga mencegah munculnya penyakit akibat tumpukan sampah. “Sampah yang menumpuk dapat menyebabkan penyakit. Dengan mendaur ulang sampah-sampah, tumpukan sampah akan berkurang. Tingkat kebersihan pun akan meningkat jika pengelolaan sampah berjalan dengan baik,” ujar Muhajir.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir Dwi K melalui Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 Iwan Nusmameri ST berharap keberadaan PDU ini diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang ada di Kota Prabumulih. “Sehingga sasaran kami saat ini di PDU sampah plastik,” kata dia,
Plastik itu lanjutnya, akan diambil dari BSP termasuk di TPA. “Intinya sampah-sampah yang tak bernilai, tidak bisa diambil di BSP. Kemudian untuk yang di TPA kami kerjasama dengn UPTDnya,” imbuhnya.
Masih kata dia, saat ini upaya untuk pengurangi sampah plastik juga dilakukan. Yakni dengan mensosialisikan penggunaan tas guna ulang. “Untuk di unit-unit sampah, rata-rata saat ini tak lagi menggunakan kantong kresek saat berbanja. Tapi menggunakan tas guna ulang. Begitupun dengan kami di DLH, ini sudah kita coba terus sosialisasikan,” tuturnya menambahkan di desa-desa sosialisasi diet sampah plastik juga mulai dilakukan.
Nah, salah satu desa yang mendukung diet sampah, dan juga mendukung PDU yakni desa Sinar Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah. Dengan mengumpulkan masyarakat, pemerintah desa melakukan sosialisasi agar bebas dari sampah plastik. “Karena kami tau, sampah plastik menjadi ancaman saat ini. Sekilas plastik seperti tak beramasalah, tapi dibalik itu masalah besar. Kami sudah mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik, termasuk mensosialisasikan keberadaan PDU,” tukas Kepala Desa Sinar Rambang Indarqo.(08)

Komentar

News Feed