oleh

Patok Muara Enim Melenceng Sekitar 450 M

PRABUMULIH – Hasil verifikasi tim provinsi, sebelumnya telah melakukan peninjauan di Kelurahan Gunung Kemala, Kecamatan Prabumulih Barat terkait tapal batas dipermasalahkan warga. Terungkap, kalau patok tapal batas dipasang sepihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim P20, sudah melenceng sekitar 450 meter dari P19 masuk ke Kelurahan Gunung Kemala. Diakuinya, P19 sebagai patok tapal batas kesepakatan dua daerah yaitu Pemkab Muara Enim dan Pemkot Prabumulih.

Meski demikian, patok P19 tidak diakui masyarakat. Karena, masyarakat menginginkan tapal batas bergeser ke arah Pal 10 Talang Yadin sekitar 4 KM, terus memperjuangkannya dilandasi tapal batas ketika zaman Prabumulih berstatus kota administratif (Kotif). “Dugaan masyarakat tidak salah, kalau tapal batas telah bergeser. Tetapi, tidak semuanya benar. Hasil verifikasi, memang telah bergeser alias melenceng sekitar 450 M ke arah Kelurahan Gunung Kemala dari titik P19,” ucap Aris, sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (23/8).

Soal pergeseran patok tapal batas tersebut, sudah dijelaskan kepada masyarakat. Dan, Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Pemkot. “Sudah kita jelaskan kepada Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala. Jelas mereka, tidak terima patok tersebut bergeser. Yang jelas keinginan mereka, patok tapal batas sesuai dengan di zaman Kotif,” beber Mantan Sekwan ini.

Sambungnya, Pemkot sendiri mendukung dan menyambut baik keinginan masyarakat tersebut. Dan, siap membantu memperjuangkannya. “Kita siap memfasilitasi perjuangan masyarakat tersebut. Agar patok tapal batas sesuai keinginan masyarakat, tetapi jelas harus disertai bukti dan sesuai ketentuan dan aturan berlaku,” jelas Mantan Kepala DPMD.

Selain itu, kedatangan Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala, untuk mengklarifikasi berita di media sosial (medsos), kalau sempat terjadi adu mulut antara dirinya dengan Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala. Menyebutkan, kalau pejabat Pemkot tidak peduli pada masyarakat menyangkut tapal batas bergeser ketika peninjauan bersama tim provinsi.

“Sudah clear, Perwakilan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala meminta maaf atas kejadian tersebut. Dan, menyebutkan kalau kejadian tersebut hanya kesalah pahaman saja,” sebutnya. Sementara itu, Mantan Kades Gunung Kemala, Mat Sali didampingi Ketua FKMGK, M Yunus didamping Asurman dan sejumlah warga dihadapan awak media dengan tegas menyatakan permintaan maaf dan sekaligus mengklarifikasi berita di medsos terlanjur viral tersebut.

“Kita minta maaf atas kejadian tersebut, itu hanya kesalah pahaman saja. Kita berterima kasih, atas kepedulian Pemkot selama ini telah memperjuangkan keinginan masyarakat khususnya masalah tapal batas tersebut,” bebernya. Menanggapi hasil verifikasi tim provinsi, ia mengatakan, akan terus berjuang agar tapal batas Prabumulih dan Muara Enim dikembalikan pada massa di zaman Kotif.

“Dugaan kita benar, kalau patok tapal batas telah bergeser dan melenceng. Jelas dari hasil verifikasi. Kalau keinginan kita sebenarnya, patok tapal batas bukan di P19 atau P20 tetapi dipindah ke arah Pal 10 Talang Yadin,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed