oleh

Pastikan Pembagian Komisi tak Gontok-gontokan

PRABUMULIH – Setelah pembentukan fraksi, DPRD kota Prabumulih nantinya akan membahas tata tertib DPRD. Yang salah satunya akan membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yakni komisi.

Nah, dalam pembagian komisi nanti diharapkan tak terjadi selisih faham yang berujung pada pengeroyokan seperti di Kabupaten Lahat Senin (1/10) lalu.

Ketua DPRD sementara Sutarno SE diminta tanggapan terkait hal itu, menyampaikan apa yang terjadi tidaklah pantas untuk dicontoh. “Sebagai anggota dewan rasanya kurang elok, mempertontonkan seperti itu, selagi bisa dimusyawarahkan dengan baik kenapa harus demikian,” katanya.

Ia menuturkan, DPRD kota Prabumulih, akan mengutamakan musyawarah mufakat dalam membuat dan menentukan keputusan. Termasuk dalam pembagian ketua dan anggota komisi. Karena itulah, ia bisa memastikan bila pembagian komisi di DPRD Prabumulih tak akan diwarnai gontok-gontokan.

“Insyallahlah tidak akan terjadi di Prabumulih, hal-hal yang demikian. Kalaupun ada masalah diselesaikanlah dengan baik, kan ada tingkat fraksi yang pasti musyawarah itu penting,” terangnya.

Seperti diberitakan Lahat.co (group Prabumulih Pos) Ketua Komisi IV DPRD Lahat inisial A membuat laporan polisi. Terkait dugaan pengeroyokan yang dialaminya pada saat sidang bersama rapat komisi IV DPRD Lahat.

Informasi yang berhasil dihimpun, setelah sidang paripurna, rapat dilanjutkan pada sidang komisi masing masing. Salah satunya Sidang Komisi IV yang berlangsung pada Selasa (1/10).

Permasalahan muncul saat membahas mekanisme dan tatib (tata tertib) pemilihan Ketua Komisi IV. Usulan dewan berbeda beda. Ada yang mengusulkan pemilihan dilakukan tertutup, ada pula yang mengusulkan pemilihan secara terbuka.

Karena tidak tercapai kesepakatan, sehingga anggota DPRD Lahat inisial N mengusulkan agar sidang diskor sementara (istirahat sementara). Namun A kurang sependapat dengan usulan N, sehingga terjadi ketegangan sampai terjadi kericuhan di dalam sidang.

Anggota DPRD lainnya dan staf sekretariat DPRD yang mengikuti sidang pun turut melerai keduanya. Karena suasananya begitu ramai.
Setelah kejadian itu, diketahui, inisial A mengalami luka dibagian pipi kiri dan bibir atas dan bawah. Sehingga ia membuat laporan polisi.

Selanjutnya A menuju rumah sakit untuk melakukan visum atas apa yang baru saja dialaminya.

Saat berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian, sementara A Anggota DPRD dari Partai Nasdem dan N dari Partai Gerindra belum bisa dihubungi.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap Sik MM belum bisa dikonfirmasi dikarenakan belum sempat membaca laporan, yang saat itu sedang berada di kantor Wakil Bupati guna menghadiri pemilihan komisi DPRD Lahat.

Pantauan di Gedung DPRD Lahat pasca kejadian nampak masih dijaga aparat Kepolisian dengan seragam lengkap maupun pakaian preman dibantu Anggota TNI juga beberapa Anggota Satpol PP Pemkab Lahat. (08/dn)

Komentar

News Feed