oleh

Pasokan Air PDAM Digilir

Sampah Hambat Daya Sedot Pompa

PRABUMULIH – Debit air sungai Lematang mengalami pengurangan yang cukup drastis selama kemarau ini. Akibatnya, debit air untuk pasokan air baku PDAM menjadi berkurang.

Nah, untuk mengatasi agar pasokan air bersih tak tetap mengaliri pelanggan. Pihak PDAM Tirta Prabu memberlakukan jadwal bergilir dengan membuka tutup valve. “Kita Buat jadwal main buka tutup valve. Karena debit air sudah drastis turun, kalau loss khawatir tidak semua teraliri,” kata Direktur PDAM Tirta Prabu Fajar C Ardhana ST Senin (28/10).

Selain debit air yang berkurang kata dia, sampah yang ada di Sungai Lematang juga menyebabkan terganggunya jaringan PDAM. Sebab sampah di Sungai mempengaruhi daya hisap pompa. “Sampah masuk dan menyebabkan daya hisap terganggu, disini kami kerja keras per 1 jam pompa harus dibershkan selama 24 jam. Jadi kami membuat penahan sampah,” terangnya menambahkan saat dibersihkan jaringan PDAM sementara waktu dimatikan.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk mengatasi debit air yang sudha berkurang pihaknya juga sudah membuat membuat aliran air untuk sampai ke pompa. “Sedangkan kalau pompa diturunkan lagi sudah mentok,” ucapnya menambagkan ketinggian air sungai dari jarak bibir pompa sudah mencapai 10 meter.

Disinggung bila hingga kurun waktu 1 bulan kedepan hujan tak kunjung turun, dan debit air makim berkurang apakah akan membuat PDAM mati total? “Tetap masih bisa mengalir, hanya memang debitnya airnya yang berkurang. Untuk segi kualitas malah sekarang lebih jernih,” terangnya menambahkan saat ini pasokan air 160 liter perdetik sementara saat kondisi normal mampu memasok 220 liter perdetik.

Masih sambung Fajar, sumber air untuk jaringan PDAM di Kota Prabumulih tak hanya dari sungai Lematang. Namun juga dari sungai Rambang yang ada di wilayah Rambang Kapak Tengah (RKT). “Disana ( Sungai Rambang) airnya masih banyak, hanya pernah kami stop karena ada pemutasan,” sambungnya.

Bahkan kata dia, aliran air sempat di stop selama 2 hari pasca aksi pemutasan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. “Kita ambil sampel saat sudah normal baru jalan lagi. Kami sangat memohon agar warga jangan mutas itu berbahaya karena airnya untuk kebutuhan masyarakat,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed