oleh

Pantau Pelayanan Langsung, Direksi Turun ke Desa

PRABUMULIH – Memastikan pelayanan JKN-KIS dinikmati masyarakat di desa, Selasa (30/7) jajaran Direksi dan Senior Leader BPJS Kesehatan langsung terjun ke desa. Deputi Direksi Bidang Manajemen Perubahan dan Revolusi Mental BPJS Kesehatan, Erna Wijaya Kesuma menerangkan, selain untuk memantau langsung implementasi JKN-KIS. Kunjungan tersebut, kata dia juga dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat setempat demi menyempurnakan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

“Kondisi geografis di Indonesia sangat bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. Oleh karena itu, kami ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS di berbagai tempat, khususnya wilayah perkampungan yang kondisinya cukup berbeda dengan wilayah perkotaan yang aksesnya serba ada. Apa saja yang perlu dipertahankan, apa saja yang perlu disempurnakan. Ini akan menjadi evaluasi kami untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ungkapnya kegiatan ini juga dalam rangka memperingati HUT BPJS Kesehatan yang ke-51, jajaran Direksi dan Senior Leaders BPJS Kesehatan menyambangi sejumlah wilayah perkampungan di Indonesia.

Sebutnya, pada kunjungan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyambangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. “Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data,” ucap perempuan berprofesi sebagai dokter ini.

Tak sampai di situ, para petinggi BPJS Kesehatan pun menyerahkan bantuan peralatan olah raga dan mengajak masyarakat membiasakan perilaku hidup sehat. Erna pun menegaskan bahwa dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta JKN-KIS.

“Masyarakat punya peran besar untuk mengawal agar Program JKN-KIS bisa terus berjalan, salah satunya dengan menjaga agar yang sehat tetap sehat, dan yang sakit tidak bertambah parah. Sehat itu murah dan mudah. Makan dengan gizi seimbang, istirahat cukup, dan olah raga ringan tiap hari. Ini hal yang sederhana, tapi tantangannya luar biasa karena tergantung komitmen kita sendiri,” harapnya.

Ia pun mengingatkan, kembali makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya menjalankan Program JKN-KIS. “Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta JKN-KIS, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal,” katanya.

Di sisi lain, Miril Firacha, Kepala Desa (Kades) Karya Mulia, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan. “Di Desa Karya Mulia mayoritas bekerja di kebun ini sangat mengandalkan kartu JKN KIS. Oleh karena itu, kami sangat mendukung Program JKN KIS. Kami juga berterima kasih telah datang ke desa kami untuk melakukan Sosialisasi dalam rangka HUT BPJS Kesehatan ke 51, semoga BPJS Kesehatan menjadi lebih baik lagi dan semakin sukses,” ujar Miril. (03/rel)

Komentar

News Feed