oleh

PAM TPS Mendadak Kisruh

PRABUMULIH – Pengamanan (PAM) Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) mendadak kisruh, setelah saksi luar menyampaikan protes karena tidak terima atas proses penghitungan suara di TPS dinilai tidak sesuai.

Aksi protes ini, buntut kekecewaan dari petugas TPS yang menolak atau tidak ditanggapinya protes saksi dalam memantau perhitungan suara di TPS pada penyelengaraan pemilu.

“Saya ini, perwakilan partai politik (parpol). Saya minta, penghitungan suara ini dihentikan. Karena, merugikan dan tidak transparan,” aku perwakilan parpol tersebut.

Meski, sempat ditenangkan petugas pengaman dari kepolisian dan dijelaskan oleh petugas TPS. Tetapi, perwakilan parpol tersebut bersikeras dengan pendapatnya.

“Saya minta, penghitungan suara dihentikan. Saya akan lapor Bawaslu,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi SE menjelaskan, sah-sah saja menyampaikan protes. Tetapi, kata dia, harus disampaikan cara yang benar dan tepat.

“Anda kan saksi luar, sifatnya hanya memantau. Yang berhak mengajukan protes, saksi dalam. Kalau tidak terima, silakan sampaikan ke Bawaslu,” sarannya.

Ternyata, adegan tersebut hanya sekelumit adegan simulasi yang sengaja digelar, sebagai antisipasi dan pencegahan dini gangguan keamanan ketika Pemilu pada 17 April mendatang.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk dikonfirmasi melalui Kabag Ops, Kompol Agus Slamet mengatakan, tujuan simulasi PAM TPS ini untuk mengetahui kesiapan personelnya dalam PAM TPS menjelang pemilu 2019 ini.

“Simulasi dilakukan agar personel Polri bertugas di TPS lebih mengerti dan mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat melakukan pengamanan,” ucapnya.

Apalagi, kata Agus, simulasi PAM TPS dilakukan sesuai dengan riil di lapangan, sehingga pengamanan yang akan dilakukan ke depan sudah ada gambaran untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan tugas,” sebutnya.

Sebutnya, ada beberapa aturan baru, sehingga melalui kegiatan simulasi ini akan di jelaskan secara teori dan praktek agar anggota lebih tahu dan merefresh ingatan terkait apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat Pam TPS pada 17 April mendatang.

Simulasi tersebut kerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kalau dengan praktek langsung, anggota akan lebih paham dan mengerti, selain SOP dan teori, mereka juga langsung melakukan kegiatan,” ujarnya. (03)

News Feed