oleh

Pakai Sitem Rengking

-Sumsel-334 views

MARTAPURA – Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke VIII Kabupaten OKU Timur (OKUT) memasuki hari kedua. Sesuai jadwal lomba digelar 19-21 Februari 2019. Kemarin (20/2) peserta masih mengikuti empat cabang yang diperlombakan.

“Peserta masih mengikuti lomba. Lokasinya di dua tempat. Yakni Masjid Raya Pemkab OKUT Desa Kotabaru dan Masjid Asmaul Husna,” ungkap Sekretaris Panitia STQ ke VIII Zulkifli. Ia mengatakan, pelaksanaan perlombaan berjalan lancar sesuai jadwal ditentukan panitia.

Dalam STQ ini, panitia menggunakan sistem peringkingan. Yakni diambil nilai tertinggi setiap cabang yang diperlombakan. Empat cabang yang diperlombakan dengan 10 golongan diantaranya tilawatil qur’an dengan peserta anak-anak dan dewasa, tahfiz qur’an anak-anak dan dewasa, tafsir dan hadist.

Sejauh ini dewan hakim masih melakukan penilaian pada peserta yang tampil. “Kita yakin dewan hakim yang kita pilih ini ahli dibidangnya,” katanya. Selanjutnya, pemenang STQ ini akan dipersiapkan untuk mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Sebelumnya, STQ ke VIII Kabupaten OKUT resmi dimulai Selasa (19/2) di masjid Raya Pemkab OKUT Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura. Setidaknya 200 peserta bertanding pada empat cabang yang diperlombakan.

Ketua Panitia STQ ke VIII Drs Solihan mengatakan, STQ dilaksanakan dari 19-21 Februari 2019 di dua tempat. Masing-masing masjid Raya Pemkab OKUT dan Masjid Asmaul Husna Desa Kotabaru Kecamatan Martapura. “Ada 200 peserta dari 20 kecamatan di OKUT ini siap mengikuti STQ,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Kepala Bagian (Kabag) Kemasyarakatan Setda Pemkab OKUT ini menyebut ada empat cabang yang diperlombakan dengan 10 golongan. Yakni tilawatil qur’an dengan peserta anak-anak dan dewasa, tahfiz qur’an anak-anak dan dewasa, tafsir dan hadist.

“Untuk lomba hafiz qur’an ini ada yang 1 juz, 5 juz, 10 jus, 20 juz dan 30 juz dengan peserta anak-anak serta dewasa,” terangnya. Dalam lomba ini panitia sudah membentuk dewan hakim yang kompeten serta ahli di bidangnya. Pelatikan dewan hakim sendiri oleh Bupati OKUT HM Kholid Mawardi S.Sos, M.Si sebelum STQ dimulai.

Bupati OKUT HM Kholid Mawardi dalam sambutannya mengatakan, al-qur’an harus dicintai, difahami isi dan maknanya, selanjutnya laksanakan ajarannya. “Dalam sisi irama, saat ayat-ayat al-quran dilantunkan atau dibacakan terasa merdu mendengarnya. Memberikan kesejukkan batin tersendiri tidak ada rasa bosan membaca dan mendengarnya,” kata Kholid.

Ia mengatakan, STQ ke VIII diharapkan menjadi syiar Islam untuk mengajak sesama umat Islam memahami dan mejalankan ajarannya. Bahkan mengajak umat Islam untuk terus melantunkan ayat-ayat al-qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Kholid pun meminta, jadikan ajaran agama untuk mempererat perbedaan sebagai rahmat, jangan jadikan perbedaan sebagai jalan permusuhan.

“Jadikan agama sebagai pemersatu bangsa, rukun dalam seagama, antar agama, masyarakat dan pemerintah. Karena tidak ada pemerintah yang menghalang-halangi masyarakat dalam menjalankan agama,” pungkas Kholid. Dalam ajang ini, ada cabang baru yang diperlombakan yakni hafalan hadis. Yakni 100 hadis bersanad dan 500 hadist tanpa sanad. (asa)

News Feed