oleh

Pagelaran Wayang Tuai Pro Kontra

-Metropolis-130 views

PRABUMULIH – Pagelaran wayang yang masuk dalam agenda puncak acara peringatan hari Ulang Tahun kota Prabumulih yang ke 18 tahun, menuai pro kontra. Pasalnya agenda acara tersebut sudah beredar di dunia maya, berbagai komentar dari masyarakat kota Prabumulih terus terdengar di tengah-tengah masyarakat.

Diantaranya seperti yang dituturkan oleh Bambang, pria dua anak ini mengatakan sangat menyayangkan bahwa agenda wayang harus ditambahkan dalam peringatan puncak acara hari ulang tahun Kota Prabumulih.

Karena di Kota Prabumulih tidak hanya didominasi oleh kebudayaan jawa, namun juga banyak kebudayaan daerah yang lain. Bahkan di dewan kesenian kota Prabumulih juga banyak pagelaran seni lainnya juga bisa diperankan oleh tim kesenian Kota Prabumulih.

“Kami agak heran saja dan bertanya-tanya mengapa harus ada agenda pagelaran ke wayang dalam peringatan hari ulang tahun kota prabumulih. Bukankah banyak jenis kesenian lain yang dikuasai oleh tim seni Kota Prabumulih,”katanya bertanya.

Apalagi seni teater Yang diperankan oleh anggota tim seni kota prabumulih selalu tampil di berbagai event besar serta prestasinya sudah mencapai tingkat nasional, seperti di setiap agenda festival sriwijaya expo. “semoga masih ada pertimbangan untuk mengganti pagelaran tersebut agar lebih memperkenalkan seni budaya daerah kota prabumulih,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Prabumulih, Kusron SPd MSi saat dikonfirmasi koran ini mengatakan bahwa pihaknya perlu melaksanakan rapat koordinasi ulang terkait agenda pagelaran wayang tersebut. Menurutnya agenda tersebut sepenuhnya final. Namun pihaknya berencana akan berkonsultasi meminta pendapat walikota prabumulih mengenai agenda yang banyak deh protes oleh warga ini.

“Jadwal acara tersebut masih lama masih bulan oktober karena itu kita akan melaksanakan rapat koordinasi dan konsultasi tentang apa saja yang akan ditampilkan nanti. Pagelaran wayang belum final,” katanya menegaskan.(05)

Komentar

News Feed