oleh

OKU Ditetapkan Jadi Zona Merah, Kuryana: Semoga PSBB Tak Diterapkan

-Sumsel-65 views

BATURAJA  – Pemerintah resmi meningkatkan status Kabupaten OKU menjadi zona merah. Sebelumnya, Kabupaten OKU masih berstatus sebagai daerah dengan zona kuning.

Kabupaten OKU ditetapkan Dinkes Sumatera Selatan sebagai zona merah karena telah terjadi transmisi lokal. Artinya terjadi penularan corona dari penderita ke orang lain dalam satu wilayah.

Juru bicara Satgas Covid 19 OKU Rojali SKM mengatakan, peningkatan status ini karena jumlah pasien positif corona di Kabupaten OKU bertambah satu orang per 27 April. “Selain itu, terjadi penularan corona sesama warga Kabupaten OKU atau transmisi lokal,” katanya.

Dengan demikian, jumlah pasien positif corona di Kabupaten OKU sejauh ini mencapai 10 orang. “Informasi ini baru diterima pada Minggu (26/4) sore. Inisialnya D, dia merupakan transmisi lokal dari pasien 4 (ER),” jelasnya didampingi ketua Satgas Penanganan Covid 19 Kabupaten OKU H Kuryana Azis di media senter, kemarin (27/4).

Langkah yang akan diambil pemerintah terkait status zona merah adalah membuat aturan seperti daerah lain yang telah ditetapkan sebagai zona merah lebih dulu.

“Dalam waktu dekat, akan ada nota kesepahaman dengan Kejaksaan agar penggunaan anggaran daerah dilakukan lebih hati-hati. Apalagi anggaran untuk penanganan dan pencegahan covid sudah ditambah,” ungkap ketua Satgas Covid 19 Kabupaten OKU H Kuryana Azis.

Ditambahkan Kuryana, selama ini tugas satgas sudah banyak dilakukan dalam upaya pencegahan. Diantaranya memeriksa 12 orang yang berkaitan erat dengan pasien 03. Yang semuanya negatif. Kemudian melakukan pelacakan kontak dengan pasien positif.

“Yang sempat kontak dengan pasien, dites swab. Tapi hanya yang kontak erat saja karena alat untuk melakukan tes swab tersebut mahal. Satgas juga menggandeng puskesmas untuk membantu pelacakan kontak erat,” katanya.

Kendati OKU zona merah, namun Kuryana berharap, bumi Sebimbing Sekundang tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB.

“Kalau sampai PSBB, tidak ada yang boleh keluar rumah bila tidak penting. Transportasi tidak boleh berlalu-lalang. Tapi mudah-mudahan tidak sampai ke sana (ditetapkan wilayah PSBB),” terangnya.

Selain itu banyaknya perantau yang mudik sudah disikapi jauh-jauh hari. Di setiap desa sudah disiagakan posko satgas. Tugasnya memantau pemudik maupun pendatang. “Satgas desa yang mengawasi pemudik yang wajib menjalani isolasi,” tandasnya. (stf/sg)

Enam Kegiatan Inti Aturan PSBB

1: Peliburan sekolah dan tempat kerja

2: Pembatasan kegiatan keagamaan

3: Pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum

4: Pembatasan kegiatan sosial dan budaya

5: Pembatasan moda transportasi

6: Pembatasan kegiatan lainnya khusus terkait aspek pertahanan dan keamanan

Sumber: Permenkes 9/2020 tentang Pedoman PSBB dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19

Komentar

News Feed