oleh

Nunggak Pajak, Ratusan Kendaraan Terjaring Razia

PRABUMULIH – Ratusan kendaraan terjaring razia gabungan yang dilakukan UPTD Samsat, Satlantas Polres Prabumulih, Dishub dan Jasa Raharja.

Razia dilakukan di depan Eks Mapolsek Prabumulih Timur, Rabu lalu (18/9), hasilnya sekitar 400-an kendaraan nunggak pajak terjaring razia dan terpaksa membayar pajak.

Kepala UPTD Samsat, Feri Munanto melalui Kasi Penagihan dan Pendataan, Donny Andrivan mengatakan, razia ini menyasar kendaraan menunggak pajak atau belum melakukan daftar ulang.

“Razia ini khusus bagi kendaraan roda dua, roda empat, maupun angkutan barang yang belum membayar pajak. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir jumlah penunggak pajak kendaraan,” kata dia, Kamis (19/9).

Sambungnya, setidaknya sekitar 400-an kendaraan berhasil terjaring selama 3 hari pelaksanaan razia. Para pengendara yang terjaring diberi pilihan yakni denda tilang atau membayarkan pajaknya di mobil Samsat Keliling (samling) yang telah disediakan.

“Pengendara terjaring pemeriksaan kita arahkan ke mobil Samsat Keliling. jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak membayar,” ucapnya.

Dijelaskanya, mengacu UU No22/2009 mengenai lalu lintas dan angkutan jalan pasal 70 ayat 2. Bahwasanya, STNK bermotor dan TNKB berlaku selama lima tahun dan harus dilakukan pengesahan tiap tahunnya.

“Jika tidak membayar pajak sesuai ketentuan itu, artinya surat-surat kendaraan tidak sah. Disini argumentasi hukumnya bukan pada pajak mati, tapi pada aspek keabsahan atau legalitas STNK. Jadi pengendara yang tidak melakukan pengesahan pajak bisa ditindak.” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed