oleh

Ngeluh Sakit Perut, Regina Mendadak Tak Bisa Melihat

PRABUMULIH – Sungguh malang nasib Regina Dwi Saputri (10). Dimasa kecilnya, siswi SDN 4 putri pasangan Eliyanto (58) dan Linda (36) kehilangan penglihatan secara tiba-tiba. Tak hanya kehilangan penglihatan, kedua kaki Regina atau Egi Warga RT 6 RW 4 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan ini menjadi lumpuh dan tak bisa digerakkan.

Kini, Egi harus menjalani perawatan di ruang Limau Kelas II Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sejak Sabtu (27/2/2021).

Linda ibu Egi menuturkan, tak ada gejala aneh yang dialami anaknya sehingga menjadi seperti saat ini. Hanya saja, sejak Kamis malam (25/2/2021), saat di Desa Tanjung Menang putri kesayangannya mengeluh sakit perut. Selain sakit perut, kondisi jalan Egi juga gak lagi normal seperti biasanya.

Baca juga berita terkait : http://prabumulihpos.co.id/kemungkinan-disebabkan-sol/

“Awalnya hari Kamis malam ngomong sakit perut. Diurutkan, karena memang perutnyo cak ado gerenjel gerenjel. Paginyo masih sakit perut. Jumat diurut lagi seluruh badan olehnya jalanyo sudah kencot,” terang Linda yang mengaku baru sekitar 1,5 bulan tinggal di Desa Tanjung Menang.

Malam harinya atau malam Sabtu, Egi mengaku bila penglihatannya menjadi kabur. “Jumat malam (Egi,red) mulai ngomong, buk mato akune kabur-kabur. Jadi sempat kumarahi, na kan adek tu sering meen hape,” ucap Linda menceritakan awal mula Egi merasakan kabur pada penglihatannya.

Sabtu pagi lanjut Linda, rasa sakit masih dialami Egi. Bahkan, Egi terus menerus menangis karena menahan rasa sakit. Bahkan kondisinya makin memburuk, hingga tak bisa jalan dan tak bisa melihat.

“Bangun tedok dak bisa ngapo-ngapo nangis bae. Laju kupanggilke bidan dekat rumah disuntik, obatnyo belum sempat diminum. Oleh Egi nangis bae, kami  panik langsung kubawa ke prabu (Majasari,red). Olehnyo Sabtu itu lah mulai merangkak rangkak sudah lemas nian,” imbuhnya.

Nah, tak ingin terjadi hal tak diinginkan pada putrinya. Linda dan keluarga membawa Egi ke RSUD Prabumulih pada Sabtu sore. “Itulah kami dak nyangko, sebab kalau demam panas atau sakit cakmano dak pernah. Baru Kamis itulah merasai sakit. Maen hape jugo jarang neman maen di luar. Kalau sudah di luar sering lupo waktu,” tutur Linda menahan kesedihan.

Biasanya menurut Linda, sejak pindah ke Tanjung Menang. Egi sering mandi di sungai. “Memang galak mandi di sungai, namanyo didusun sering mandi. Dilarang, namonyo anak-anak sering maling-maling,” tutur yang berharap agar penglihatan anaknya kembali pulih seperti biasa.

Dalam kesempatan itu, Ibu dua anak ini bersyukur dan berterima kasih karena mendapat kemudahan dan bantuan selama dirawat di RSUD. “Urus-urus administrasi jugo dibantu ibu Nunung. Dari Rumah Sakit jugo Alhamdulillah merawat Egi dengan baik,” imbuhnya.

Sementara Egi, sambil berbaring dengan tatapan kosong mengaku masih merasakan pusing kepala saat penglihatan dibuka. Tak hanya pusing, kedua kakinya masih terasa sakit. “Sabtu itu silau, sudahnyo gelap. Sekarang pusing kalau dibuka. Kalau mejam idak,” ungkap siswi SDN 4 Prabumulih ini.

Kini Egi mengaku hanya bisa melihat seperti ada cahaya silau dan seperti bintang. “Silau cak ado bintang bintang,” tukas Egi yang pandai mengaji ini.

Nunung Damayanti yang merupakan Ketua Yayasan Sosial Peduli Umat (YSPU) Kota Prabumulih, menuturkan perawatan Egi atau Regina tak lepas dari pelayanan pemerintah dalam hal ini Disdukcapil dan RSUD yang begitu cekatan dalam membantu masyarakat. “Kita buatkan KK, KIS dan itu alhamdulilah semua cepat. Dan Insyaallah nanti dari hamba-hamba Allah akan menyalurkan bantuan untuk Egi” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed