oleh

New Normal, Ingat! Disiplin

-Olahraga-23 views

 

JAKARTA – Polri menegaskan siap melaksanakan tugas dalam mengawal penerapan new normal. Masyarakat pun diingatkan untuk disiplin dan mematuhi aturan era normal baru ini.

 

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengingatkan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa new normal.

 

Standar protokol kesehatan itu antara lain wajib gunakan masker, mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan bijak untuk memutuskan keluar rumah hanya untuk keperluan penting saja.

 

“Polri juga mengajak masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan,” kata mantan Kapolda Metro Jaya ini dalam keterangan persnya Rabu (10/6).

 

Agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, mantan Kabareskrim ini menegaskan seluruh jajarannya siap mengawal pelaksanaan new normal. Terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

“Polri siap melaksanakan tatanan new normal bersama masyarakat,” ujar Idham.

 

Dia menegaskan dalam menjalankan tugasnya, Korps Bhayangkara akan mengedepankan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi.

“Dalam menghadapi New Normal, Polri mengedepankan Salus Populi Suprema Lex Esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi,” katanya.

 

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mendukung langkah Polri untuk mengontrol masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Menurut Fadel, mengontrol protokol kesehatan memerlukan perangkat hukum dan ketegasan dari aparat pemerintah.

 

“Dengan mematuhi protokol kesehatan, roda ekonomi bisa berjalan, tanpa mengabaikan kesehatan,” katanya.

 

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengatakan, dengan dibukanya berbagai aktivitas tempat umum, maka sektor perdagangan diperkirakan dapat kembali pulih.

 

Pada masa lebaran lalu, lanjutnya, sektor perdagangan tidak mendapatkan momentum seperti di tahun-tahun sebelumnya.

 

“Nah, di masa transisi PSBB ini, dengan dibukanya aktivitas perbelanjaan pada pertengahan Juni mendatang, maka sektor ini berpotensi menjadi salah satu sektor yang bertumbuh pada kuartal III 2020. Meskipun, masih akan terbatas,” ujarnya.

 

Sementara itu Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria khawatir dengan dibukanya tempat keramaian umum seperti pasar tradisional pada 15 Juni 2020. Sebab, diyakininya pasar merupakan tempat paling rentan untuk terjadi penyebaran COVID-19.

 

“Yang kita khawatirkan adalah pembukaan pasar. Jadi memang masyarakat kita di pasar ini yang paling rentan terjadinya penularan. Puncak dari semua yang kita khawatirkan justru ada di pasar, bukan di rumah ibadah, bukan di perkantoran, bukan di mal tapi di pasar yang paling rawan,” kata politisi Gerindra ini.

 

Selain protokol kesehatan yang harus diterapkan masyarakat, dia juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan prosedur tetap (protap) di pasar. Misalnya, wajib masker, disiapkan wastafel untuk cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, hingga membatasi kapasitas pasar hanya boleh 50 persen.

 

“Sampai hari ini kita belum membuka pasar, nah yang nakal ini mohon maaf saudara-saudara kita pedagang kaki lima yang kurang memperhatikan dan mempedulikan inilah upaya kita untuk memberitahu sebaik mungkin,” ucap Riza.

 

Meski sudah dibuka, dia berharap masyarakat dapat menahan diri bepergian ke pasar. Dia menyarankan agar masyarakat mau berbelanja secara online.

 

“Sekarang itu belum ada pengawasan yang dilakukan secara komprehensif oleh Pemprov DKI, juga pembuatan batas physical distancing yang ada di pasar. Ini menjadi catatan karena pasar sampai sekarang menjadi pusat penyebaran COVID-19 yang signifikan, bukan hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah lain,” sebutnya.(gw/fin)

 

 

Komentar

News Feed