oleh

Nasib Solskjaer Terancam

-Olahraga-12 views

 

JAKARTA – Hasil minor yang diraih Manchester United kala bertamu ke Istanbul Basaksehir di matchday ketiga Liga Champions, di Fatih Terim Stadium, Kamis (5/11) dini hari WIB kian memunculkan spekulasi pemecatan Ole Gunnar Solskjaer  sebagai pelatih.

Ya, dalam laga tersebut MU ditekuk 1-2 dari tim asal Turki Basaksehir. Kekalahan itu, sekaligus menjadi yang kedua bagi Setan Merah setelah sebelumnya di ajang Liga Inggris kalah dari Arsenal 0-1.

dilansir dari Sport Bible, dua kekalahan beruntun membuat situasi Solskjaer di kursi pelatih semakin panas. Masa depan pelatih asal Norwegia itu pun diambang pintu keluar dari MU.

Dalam laga itu, Solskjaer terlalu berani meminta anak asuhnya bermain sangat agresif dan mengurung pertahanan tuan rumah. Sayangnya, dia lupa pertahanan MU sangat lembek menghadapi serangan balik.

Alhasil, gawang MU kawalan Dean Henderson dijebol Demba Ba (13) dan Edin Visca (40). The Red Devils hanya bisa mencetak satu gol balasan melalui aksi Anthony Martial (43).

Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu sudah berupaya untuk mencetak gol penyama kedudukan. Namun, pertandingan tetap berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Basaksehir.

Meski kalah, Setan Merah masih memuncaki klasemen Grup H dengan koleksi enam poin. Mereka punya poin sama seperti RB Leipzig, yang sukses mengalahkan PSG dengan skor 2-1.

Setelah pertandingan, Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes mengkritik keras barisan pertahanan Setan Merah. Menurutnya, pemain belakang Manchester United bermain seperti tim usia kanak-kanak.

“Ini seperti permainan sepak bola di bawah usia 10 tahun. Anda bisa mengerti jika momen itu terjadi pada menit-menit terakhir, tapi ini terjadi pada 10 menit awal. Ini memalukan,” kata Scholes kepada BT Sport.

“Para pemain bertahan harus lebih baik, permainan ke depan juga bisa lebih baik. Secara defensif, mereka harus bertanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka tampaknya tidak mampu melakukannya,” sambungnya

Bukan hanya pertahanan yang menjadi sasaran kritik Scholes. Mantan gelandang Manchester United itu juga mengkritik penampilan Anthony Martial.

“Pergerakan dari penyerang tengah hampir tidak ada. Anthony Martial, berapa kali saya melihat ketika seorang gelandang menguasai bola, dia hanya berdiri di antara dua bek tengah dan tidak melakukan apa-apa,” imbuh Scholes.

“Saya adalah penggemar berat Martial, tapi sering kali saya melihat dia cuma berjalan. Dia harus menyadari sebagai penyerang tengah, sesekali Anda harus bergerak jika ingin mencetak gol.

Jika pada Sabtu akhir pekan nanti MU kembali kalah saat melawan Everton, bukan tak mungkin dewan klub mempertimbangkan Solskjaer untuk angkat kaki.

Apalagi saat ini sederet nama pengganti sudah beredar. Mulai dari Mauricio Pochettino, Massimiliano Allegri, Ralph Hasenhuttl, Laurent Blanc, hingga Brendan Rodgers.

Pelatih asal Norwegia itu pun menolak berkomentar soal spekulasi pemecatannya dari Man United. “Saya menolak untuk berkomentar soal hal itu (pemecatan). Tentu saja, ini masih terlalu dini dan opini selalu ada sepanjang waktu,” kata Solskjaer, dilansir dari Goal.

“Anda harus tetap kuat. Saya dipekerjakan oleh klub untuk melakukan pekerjaan ini dan saya melakukannya dengan kemampuan terbaik bersama para staf saya,” imbuhnya.

Solskjaer mengakui, Man United telah melakukan kesalahan yang berakibat terciptanya gol Demba Ba pada awal babak pertama pertandingan.

“Kami memainkan sepak pojok pendek dan semua orang lupa untuk kembali menjaga pemain lawan dan Demba Ba menyelinap di belakang kami,” tutur Solskjaer.

“Kurangnya komunikasi, kurangnya keputusan bagus, Anda sebenarnya tidak perlu melihat gol seperti itu di level ini,” sambungnya.

“Kami semestinya tidak kebobolan gol seperti itu. Kami tahu betapa sulitnya mencetak gol dan menciptakan peluang dan saat Anda memberikan dua gol semudah itu, kami sudah selesai hari ini. Itu membuat kami semakin sulit,” pungkasnya. (der/fin)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed