oleh

Narkoba Bisa Mengubah Prilaku Menjadi Negatif

-Ringkus-37 views

PRABUMULIH – Dampak negatif penyalahgunaan dan peredaran narkoba, salah satunya bisa mengubah prilaku menjadi negatif.

Tidak butuh waktu lama, narkoba mengubah prilaku. Setidaknya, hanya butuh waktu sekitar satu bulan saja setelah penggunaan narkoba.

Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Achmad Junaidi SPSi ketika memberikan penyuluhan narkoba di sela-sela penilaian 10 program di Kelurahan Pasar II, Kecamatan Prabumulih Utara, Senin (14/10).

Akunya, penyalahgunaan narkoba berbarengan dengan prinsip kenikmatan. Di dalam otak manusia, terdapat endorfin sebagai kontrol gerak dan perasa kenikmatan.

“Endorfin inilah mengeluarkan rasa dan enak. Pertama kali diserang, jika menggunakan narkoba. Sehingga, mengeluarkan nikmat berlebih hingga menyebabkan kecanduan narkoba,” kata Junaidi, sapaan akrabnya.

Ungkapnya, kalau normalnya endorfin itu nilainya 100, bisa menjadi 1.500 akibat penyalahgunaan narkoba.

“Jahatnya narkoba, menyerang endrofin. Narkoba akan menutup endorfin dihasilkan otak, inilah mengubah perilaku pecandu narkoba. Lebih senang pakai narkoba, ketimbang berkumpul keluarga dan teman, lebih baik pakai narkoba. Perubahan prilaku ini dikenal stage of change,” terangnya.

Makanya, kata dia, penting sekali penyuluhan narkoba sebagai imune agar tidak terjerat dan coba-coba penyalahgunaan narkoba.

“Kita berupaya mengubah manset, untuk memerangi narkoba. Salah satunya, bahaya dan dampak negatif narkoba benar-benar merugikan.

“Apalagi, sebulan menggunakan narkoba. Prilaku sudah bisa berubah,” terangnya.

Sebutnya, kalau penyalahgunaan narkoba ini bagian dari tahapan bonus demografi. Banyaknya, usia produktif bakal dialami hingga 2040 mendatang. Karenanya, perlu diantisipasi dan dicegah.

“Kalau tidak dicegah, bisa menghilangkan satu generasi. Akibat penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.

Lanjutnya, Prabumulih hanya sebagai kota perlintasan saja. Sementara itu, penyebarannya hanya berada di pinggiran berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten PALI.

“Prabumulih nomor 27 se-Indonesia, sebagai kota tanggap narkoba. Sayangnya, untuk coba pakai narkoba Sumsel masuk nomor dua setelah Jawa Barat (Jabar),” bebernya. (03)

Komentar

News Feed