oleh

Napoli vs Inter: Demi Tiket Final

-Olahraga-23 views

 NAPLES – Allenatore Napoli Gennaro Gattuso sukses melakukan revans kepada Antonio Conte. Sejak Gattuso menjadi pelatih Partenopei per 11 Desember 2019, total sudah dua kali ia melawan Conte. Dan dua-duanya menang.

Gattuso sukses membawa Napoli menang 1-0 atas Inter Milan dalam first leg semifinal Coppa Italia di Stadio Giuseppe Meazza, Februari lalu (26/2). Kemenangan itu mempermudah langkah Partenopei –julukan Napoli– saat ganti menjamu Nerazzurri –sebutan Inter Milan– di Stadio San Paolo, Minggu (13/6) dini hari WIB. (Live Beinsport 2 Pukul 02.00 WIB).

Bagi Inter ini laga berat melawan Napoli yang sudah menginjakkan satu kakinya di final. Inter harus berjuang keras di San Paolo jika ingin membalikkan keadaan. Sejak beberapa waktu lalu, Conte sudah mulai mempersiapkan timnya. Salah satu yang diantisipasi oleh publik adalah kehadiran Christian Eriksen.

Sejak dibeli Inter dari Tottenham pada musim dingin 2020 kemarin. Ia langsung dimainkan oleh Antonio Conte. Kendati demikian, playmaker asal Denmark itu disebut belum bisa meyakinkan Conte untuk memainkannya secara reguler. Meski demikian ada banyak dukungan yang diberikan pada Eriksen.

Fans diminta untuk bersabar dengannya. Inter juga diminta bersikap demikian karena Eriksen diyakini butuh waktu untuk beradaptasi dan mengembangkan permainannya di Italia. Namun libur panjang yang banyak diisi oleh latihan membuat Eriksen mulai dilirik di posisi penting. Kabarnya, ia bakal dipasang sebagai trequartista. Namun ada dua kemungkinan, ia bakal bermain ke dalam atau sebagai Defensive Midfielder untuk mengoptimalkan lini belakang.

Seperti dilansir Sempre Inter, klub yang berjuluk Nerazzurri itu justru terancam tak bisa membawa dua pilar utama mereka, yaitu Diego Godin dan Matias Vecino, akibat cedera. memainkan Stefan de Vrij dan Alessandro Bastoni untuk mengisi posisi mereka. Beruntung mereka berdua bisa fit. “Padahal beberapa waktu yang lalu, keduanya mengalami cedera, tentu mereka butuh asupan pertahanan dari gelandang,” tulisnya.

Kendati sudah merombak skuadnya, Inter masih dihadapkan oleh tren positif Napoli. Dalam lima pertandingan terakhir, Partenopei tak terkalahkan. Mereka mengemas empat kali menang dan satu kali seri. Itu sudah termasuk, hasil imbang melawan Barcelona, dengan skor 1-1 di babak 16 besar Liga Champions.

Sebaliknya, Inter Milan menunjukkan performa kurang baik dalam lima laga terakhir. Mereka mendapat dua kemenangan, namun harus menelan tiga kekalahan. Dua hasil positif yang ditorehkan Lautaro Martinez dan rekan-rekan didapat dari tim Bulgaria, Ludogorets, dalam ajang Europa League.

Hal yang wajar jika Pelatih Inter Antonio Conte memuji strategi Gattuso. Menurut Conte, Napoli telah menunjukkan bahwa mereka punya skuad yang komplet dan punya kedalaman bagus selain Juventus di Serie A musim ini.

”Napoli datang ke kandang kami dengan modal taktik bermain yang sangat defensif. Lihat saja, selain lima gelandang, penyerang Napoli Dries Mertens ikut menjaga pemain kami, Marcelo Brozovic. Tidak ada lagi ruang buat pemain kami,’’ papar Conte kepada Rai Sport. ”Laga ini sarat taktik,” imbuh mantan pelatih Juventus dan timnas Italia itu.

The Godfather –julukan Conte– melanjutkan, taktik bertahan ala Napoli memaksa anak asuhnya menggulirkan umpan dengan cepat. Tujuannya, mencari peluang through pass ke lini belakang Napoli sehingga pemain Inter yang lolos bisa langsung melakukan duel satu lawan satu dengan Ospina. Tapi, upaya itu tak membuahkan hasil. ”Mungkin karena Napoli (hanya mau) menunggu, menunggu, dan menunggu (sepanjang laga, Red),” sindir Conte usai kalah dalam semifinal leg pertama, Februari lalu. (fin/tgr)

Komentar

News Feed