oleh

Nanas Tak Sekedar Ikon

-Kecamatan-139 views

PRABUMULIH – Selain berjuluk Kota Minyak dan Gas, kota Prabumulih juga memiliki ikon buah Nanas. Dibanding buah Nanas pada umumnya, pada jamannya Nanas asli Kota Prabumulih begitu terkenal hingga pulau Jawa.

Selain rasanya yang sangat manis, nanas asli Kota Prabumulih memiliki tekstur yang cukup besar. Tak heran dimasa kejayaannya Nanas kota Prabumulih menjadi salah satu Nanas yang paling dicari oleh pembeli dari luar Prabumulih.

Seiring berjalannya waktu, Nanas Prabumulih tak lagi “semanis jaman kejayaannya”. Terbukti, tak lagi banyak petani yang menanam Nanas. Bahkan tak sedikit pula Nanas yang dijual saat ini didatangkan dari Kabupaten tetangga.

Meski demikian, buah Nanas tetap dibudidayakan. Tak hanya disuguhkan untuk cemilan. Buah Nanas juga diolah untuk pembuatan makanan oleh-oleh, minuman hingga kain jumputan khas Prabumulih dengan bahan dasar kulit Nanas.

Di desa Sinar Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) misalnya. TP – PKK dibawah asuhan Hamidah ini mengolah Nanas menjadi minuman kaya manfaat. Minuman olahan tersebut diberinama Nacare atau Nanas Campur Serai. “Di desa kami ini ada bantuan Nanas dari Pemerintah, jadi Nanas diolah untuk pembuatan selai. Nah, air Nanas hasil perasan kami manfaatkan untuk minuman,” kata Hamidah.

Ia menuturkan, saat ini minuman berbahan dasar Nanas itu menjadi salah satu minuman andalan untuk menyambut tamu dari luar kota. “Alhamdulillah kalau ada tamu dari Provinsi atau luar kota, minuman Nacare kami suguhkan,” terangnya.

Ketua TP PKK Ir Suryanti Ngesti Rahayu Ridho melalui sekertaris Etti Gustina SKm MKes mengungkapkan, minuman Nacare direncanakan untuk dipatenkan. “Insyaallah akan dipatenkan, dan dibuat dalam bentuk kemasan,” ucapnya singkat.

Sementara itu, dengan mulai berkurangnya tanaman Nanas di Kota Prabumulih kedepan diharapkan budidaya Nanas kembali ditingkatkan. Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Aliansi Pemuda Prabumulih Peduli Resa W AMd. “Besar harapan kita sebagai warga Prabumulih ikon Nanas bukan hanya sekedar simbol. Tapi bisa lebih giat lagi di suport baik dari budidaya maupun pengelolaan hasil panen. Sejauh ini masih belum berhasil masalah pembudidayaan nanas. Nanas yang beredar di pasaran adalah nanas luar. PR kita bersama agar bisa membuka peluang bagi petani karet yang harganya turun bisa dibantu bibit nanas agar menjadi tambah penghasilan,” kata Resa.

Ia berharap apa yang disampaikan tersebut, dapat diterima dan menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kota kedepan. “Kota Prabumulih sudah 18 tahun, mungkin kalau dibandingkan kota-kota yang lebih tua belum seberapa. Tapi dalam pencapaian sudah banyak sekali yang diraih. Namun tak ada gading yang tak retak kritik yang membangun pun sudilah untuk diterima,” tukasnya.(08)

Komentar

News Feed