oleh

Nafas Sesak, Bau Busuk Menyengat. Ribuan Ikan Mati di Sungai Kelear, DLH Segera Turunkan Tim

-Metropolis-107 views

PRABUMULIH – Bau busuk menyeruak di kawasan Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan. Tepatanya di RT 6 RW 4. Pasalnya, dua hari terakhir aliran sungai Kelakar dipenuhi ribuan bangkai ikan. Tak pelak, kondisi ini membuat warga resah bercampur kaget. Bahkan aroma tak sedap dari bangkai ikan itu tercium hingga ratusan meter. Warga berharap ada langkah pembersihan dari instansi terkait.

Aroma tak sedap tersebut, muncul dari ribuan ikan sapu jagat atau sapu-sapu yang sudah mengambang dan mati dalam keadaan membusuk. Bahkan warga yang rumahnya berada dipinggiran Kelekar, mengaku tak bisa tidur hingga sesak nafas akibat bau busuk. Menurut sejumlah warga, matinya ikan disungai kelekar tersebut diduga dikarenakan adanya oknum yang sengaja meracun ikan di sungai.

Inzet: Ikan membusuk dalam jumlah ribuan. foto: Ros/PP

“Kejadiannyo malam, tapi kami warga dak tau siapo dan dari mano sebab ini jauh sampai ke sungai Sukaraja. Yang jelas kami dak biso tidok oleh bau busuk ini, ” kata Wartem salah satu warga. Sementara Siti Warsiah warga RT 6 RW 4, mengetahui puluhan ribu ikan mengambang disungai sejak senin sore. Namun, belum mengeluarkan aroma busuk yang menyengat. “Kemarin memang lah tecium bau, lah tejingok ikan banyak keluar. Tapi dak sebau hari ini, terus hari ini makin banyak yang mati. Kemarin dak sebanyak ini,” ungkapnya.

Ros Diana warga lainnya mengaku, baru mengetahui keberadaan ikan mati Selasa pagi. Ia mengira, aroma tak sedap seperti bangkai tersebut bersumber dari bangkai tikus yang ada disekitar rumah. “Dari Senin sore itu sudah tak nyaman, tapi sama sekali tak tau ikan mati disungai, karena tidak pernah melihat sungai. Tadi pagi iseng cek ke sungai, ternyata banyak ikan mati. Pantas saja baunya busuk, sudah puluhan ribu ikan mati,” jelasnya mengaku saat ini sudah lalat yang hinggap dirumah penduduk.

Ia berharap ada upaya baik dari pemerintah terkait banyaknya ikan mati tersebut. Sebab, bila dibiarkan dikhawatirkan akan menimbulkan penyakit. “Apalagi kondisi sekarang kemarau, air tidak mengalir. Ikan masih akan terus membusuk, sekarang saja aromanya sudah tak tahan. Apalagi satu dua hari lagi, tambah parah,” ungkapnya.

Masih lanjutnya, bila memang ikan-ikan mati dikarenakan adanya aktivitas meracun ikan oleh oknum tak bertanggung jawab. Agar kiranya ada tindakan tegas bagi pelaku pemutasan. “Sebab kami warga sangat resah sekali dengan ini, kalau dibiarkan akan berlanjut. Sementara yang menanggung baunya warga sekitar sungai,” jelasnya.

Aroma tak sedap juga sampai di rumah penduduk, yang jaraknya cukup jauh dari sungai kelekar. Jamilah salah satu warga yang rumahnya jauh dari sungai, mengaku sangat tak nyaman dengan bau busuk tersebut. “Kami jauh saja sampai tercium, apalagi kalau ada angin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ir Hj Dwi Koryana dikonfirmasi mengutarakan, pihaknya akan segera menurunkan tim untuk menyelidiki penyebab ribuan ikan mati tersebut. “Segera kami turunkan tim, sehingga tau penyebabnya. Sebab memang ada banyak faktor penyebab ikan mati, kita tidak bisa menduga-duga, apakah memang diracun atau sebagainya,” tukas Dwi. (08)

Komentar

News Feed