oleh

Mulai Sosialisasikan Asesmen Nasional

-Pendidikan-23 views

PRABUMULIH – Pegurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kota Prabumulih, mulai sosialisasikan Asesmen Nasional kepada seluruh Guru atau Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum di seluruh SMA Kot Prabumulih.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di SMAN 4 Prabumulih, Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah(RKT) hingga hari ini Rabu (16/12/2020). “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengganti Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional pada 2021. Perubahan terkait evaluasi pendidikan di Indonesia ini perlu disampaikan kepada pihak sekolah,” ujar Ketua MKKS SMA Kota Prabumulih, Dr Dahril Amin MPd, Selasa (15/12/2020) yang telah ikut sosialisasi ke Bandung perwakilan MKKS.

Menurutnya, saat menjadi narasumber sosialisasi,  Asesmen Nasional 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Dengan mengikuti ujian melalui  Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. Survei karakter dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila, serta Poin ketiga dalam Asesmen Nasional yakni survei lingkungan belajar yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

“Menurut Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak berarti mengecilkan arti penting mata pelajaran, justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bantuk angka atau secara kuantitatif,” ucap Kepsek SMAN 4 Prabumulih ini.

Freni Listiyan SPd MSi yang juga menjadi nara sumber dalam sosialisasi assesmen nasional di SMAN 4, menambahkan bahwa  Asesmen Nasional tahun 2021 bakal dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.

“Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Sehingga melalui perubahan Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional dapat mendorong pendidikan di Indonesia,” tambahnya.

Kepsek SMAN 3 Prabumulih ini menjelaskan beberapa perbedaan yang jelas antara UN dan Asesmen nasional, diantarnya UN diikuti oleh seluruh siswa dengan waktu ujian dilaksanakan tingkat akhir, sedangakan Asesmen hanya siswa sample saja dan diikuti oleh siswa tingkat kelas V untuk SD, kelas VII untuk SMP dan kelas X untuk SMA.

“Jika UN tidak diikuti oleh jenjang SD, namu asesmen dari SD. Tesnya juga hanya 2 hari, sedangkan UN selama hari. itu beberapa perbedaan mencolok dari UN dan asesmen yang harus diketahui,”jelasnya menyampaikan hasil pelatihan di Bandung bersama Ketua MKKS Dr Dahril Amin MPd.

Diketahui kegiatan di SMAN 4 dihadiri langsung oleh beberapa pengawas SMA di Kota Prabumulih, yang juga berpresan dalam mensosialisasikan asesmen kepada para peserta sosialisasi di SMAN 4. “kami sebagai pengawas pada prinsifnya mendukung semua jenis kebijakan, tugas kami adalah pengawasi semua aktifitas managerial maupun guru mata pelajaran,” tambah Drs Horasuddin MSi.(05)

 

Komentar

News Feed