oleh

Mulai Patok Lahan untuk Flyover

PRABUMULIH – Pemerintah kota (Pemkot) terus melobi pusat untuk terwujudnya pembangunan flyover di Jalan Sudirman Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat.

Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM meminta dukungan penuh masyarakat, agar pembangunan flyover diwujudkan. Khususnya, masalah penyediaan lahan untuk flyover tersebut.

Ia pun tak segan-segan mencontohkan, seperti pembangunan Politeknik Energi Mineral (PEM) Akademi Minyak dan Gas (AKAMIGAS) di Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan yang didukung penuh masyarakat, khususnya penyediaan lahannya.

“Warga berani menjual lahannya dibawa harga pasaran, tidak seperti pelebaran jalan di Dusun Prabumulih. Karena, ganti ruginya tinggi akhirnya tidak bisa diwujudkan. Anggaran yang ada, tidak bisa dianggarkan kembali,” ujar Ridho, sapaan akrabnya, kemarin (23/6).

“Mudah-mudahan 2020, pembangunan flyover bisa diwujudkan. Bantuan dana pusat, lobi-lobi terus kita lakukan untuk kemajuan pembangunan di kota ini. Tanpa dukungan masyarakat tidak akan terwujud,” tukas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Ungkap ayah tiga anak ini, besar sekali manfaatnya adanya flyover tersebut bagi warga dan pembangunan Bumi Seinggok Sepemunyian ini. “Kita minta dukungan penuh masyarakat, khususnya penyedian lahannya. Harganya, tidak usah mahal-mahal. Kalau perlu, malahan dibawah harga pasar,” harap pria asal Ogan Ilir (OI) ini.

Sekretaris Daerah (Sekda), Elman ST MM dikonfirmasi terpisah membenarkan, kalau pembangunan flyover Patih Galung segera bisa diwujudkan. Belum lama ini, patok-patok telah dipasang melibat warga, kelurahan, kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan lainnya.

“Patok batas rencana lokasi pembangunan flyover Patih Galung sudah kita pasangi belum lama ini. Supaya, segera terwujud memang perlu dukungan semua pihak. Termasuk juga, masyarakat sekitar,” jelasnya.

Elman menerangkan, kalau dana pembangunan flyover tersebut menggunakan dana bantuan pusat. Bukan APBD, karena keterbatasan dana di dalamnya. “Dinas PUPR, dinas terkaitnya terus berupaya mewujudkan pembangunan flyover tersebut,” aku Elman.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR, H Beni Akbari ST MM menjelaskan, kalau pembangunan flyover tersebut menggunakan dana pusat menelan biaya sekitar Rp 168 miliar.

“Informasi dari pusat, direncanakan pembangunan bisa direalisasikan tahun depan. Lobi-lobi, agar pembangunnya terealisasi masih kita lakukan,” bebernya.

Sementara itu, sebutnya pemasangan patok sendiri di lokasi sudah mulai dilakukannya dengan sejumlah pihak terkait. “Patok sudah kita pasang, mudah-mudahan bisa diwujudkan. Dukungan masyarakat, sangat penting,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed