oleh

Mulai Besok Prabumulih Terapkan PSBB, 14 Pos Penyekatan Disiapkan

-Metropolis-100 views

PRABUMULIH – Sebanyak 14 pos penyekatan dalam rangka penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) di Kota Nanas ini bakal segera diberlakukan.

Pemerintah kota (Pemkot) bersama pihak terkait bakal mendirikan pos tersebut, sebanyak 14 titik tersebut didirikan di penjuru Kota Minyak dan Gas (Migas) ini.

Pos tersebut meliputi; Pos Tugu Air Mancur, Pos Tugu Nanas, Pos Tugu Tani, Pos Payuputat, Pos Muara Sungai, Pos Karya Mulia, Pos Gunung Kemala, Pos Talang Batu, Pos Sungai Medang, Pos Sinar Rambang, Pos Tugu Jogja, Pos Simpang Bakaran, Pos Pasar, dan Pos Karang Jaya.

“Peninjauan lokasi pos sudah kita lakukan sehari sebelum penerapan PSBB. Pos-pos tersebut, diupayakan sudah berdiri sehingga bisa melakukan tugasnya,” ujar Staff Ahli Wako, Drs Mulyadi Musa MSi, Selasa (19/5).

Lanjutnya, pos tersebut diisi personel TNI-Polri. Lalu, Dishub, Satpol PP, dan Dinkes. “Selanjutnya, saling berkoordinasi melaksanakan penyekatan dan pemeriksaan di pos check poin tersebut,” akunya.

Ungkapnya, setidaknya, ada 14 petugas disiagakan setiap harinya dengan jadwal dua kali shift. Selama 24 jam, mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB. Lalu, ke kembali ke Pukul 08.00 WIB.

“Setidaknya, melibatkan 588 orang dicek poin tersebut. Petugas wajib melakukan pengecekan dan penyemprotan disinpektan terhadap seluruh kendaraan yang melintasi dan masuk kota ini,” tambahnya.

Ungkapnya, selain mobil ber-KTP Prabumulih dilarang melintas dan dialihkan ke jalur alternatif. “Jalur alternatif, Jalan Lingkar juga sudah siap dilintasi,” bebernya.

Terpisah, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menyampaikan, kalau Perwako PSBB sudah selesai dan telah diajukan ke Provinsi untuk ditindak lanjuti.

“Asisten II telah membawa pengajuan Perwako terkait PSBB sebagai payung hukum pelaksanaannya,” terangnya.

Sebelumnya, sosialisasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mengacu permintaan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru SH MM mulai dilakukan pada Kamis ini (21/5).

Hal itu ditegaskan Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM ketika dibincangi awak media usai menghadir rapat bersama Forkompinda di Aula Besar Mapolres.

“Kalau sosialisasi PSBB, sudah bisa dimulai pada Kamis ini. Tetapi, kalau penerapan sanksi baru bisa dilakukan pada 27 Mei ini,” ujarnya kepada sejumlah awak media.

Pada sosialisasi, kata Ridho, hanya sebatas imbauan saja diberikan agar masyarakat patuh dan taat terhadap protokol kesehatan. Termasuk, toko-toko yang boleh buka dan tidak sesuai ketentuan PSBB telah dilakukan imbauan.

“Pengalihan arus melalui jalur alternatif, Jalan Lingkar sudah mulai dilakukan. Termasuk juga, penjagaan di posko-posko cek poin termasuk pemasangan baliho sebagai sarana informasi masyarakat,” jelas suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini.

Masih kata dia, untuk pemberlakuan sanksi diterapkan pada 27 Mei. Aku ayah tiga anak ini, masih menunggu payung hukum, yaitu Perwako yang tengah diajukan ke Gubernur untuk disahkan bersama Pergubnya.

“Sanksi baru bisa diberlakukan, setelah ada Perwako dan Berguna disahkan. Sekarang masih diproses, mudah-mudahan secepatnya disahkan. Dan, sanksi bisa diterapkan,” sebutnya.

Senada juga dibenarkan, Asisten II, HM Yusuf Arni SPd MM, kalau sosialisasi PSBB bisa jalan sambil menunggu Perwako disahkan dengan Pergub.

“Kalau sosialisasi, bisa jalan. Dan, selama ini soal PSBB telah disosialisasikan,” tukasnya.

Sambil persiapan posko dan lainnya, termasuk Perwako. Barulah pada 27 Mei, penerapan sanksi bisa dilakukan. “ Kalau sanksi setelah Perwako disahkan,” pungkasnya. (03)

 

 

Komentar

News Feed