oleh

Motor Hasil Curas Barter dengan Narkoba

PRABUMULIH – Masih ingat kasus tertangkapnya Yogi Arisandi (23), warga Jalan Karang Jaya RT 02/RW 02 Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur tersangka kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba mengaku sebagai kurir narkoba. Yogi sendiri ditangkap pada Selasa (6/8), sekitar pukul 16.00 WIB tidak jauh dari kediamannya. Penangkapannya sendiri, hasil lidik petugas mendapat informasi kalau tersangka sering bertransaksi narkoba.

Dari tangannya, petugas berhasil menyita 4 paket narkoba jenis sabu seberat 0,74 gram dan 1 lembar jaket sweater lengan panjang warna abu-abu, dan 1 unit sepeda motor honda scoopy warna biru krem Nopol BG 2021 CK. Kini sudah mendekam dibalik jeruji besi Mapolres, mempertanggung jawabkan perbuatannya. Belakangan kasus tersebut dikembangkan jajaran Tim Opsnal Polres Prabumulih, ternyata motor tersebut hasil pencurian dengan kekerasan (curas). Dilakukan tersangka Elen Pebri Patrik (26), warga Dusun II Desa Karangan No 89, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT).

Selanjutnya, pada Kamis (8/8), sekitar pukul 19.30 WIB diamankan petugas di bedeng tempatnya tinggal di Jalan Tangkupan Perahu, Kelurahan Muara Dua, Kecamatan Prabumulih Timur. Hasil introgasi petugas, kalau Elen melakukan aksinya pada Sabtu (20/7), sekitar pukul 02.00 WIB bersama tersangka lain berinisial, BD kini masih DPO alias buron. Korbannya merupakan Candra Buana (39), warga Dusun I, Desa kota Baru, Kecamatan Lubai, Kabupaten Muara Enim terjadi di depan SPBU Karangan. Selain merampas motor korban, kedua tersangka sempat memukuli korban dan membawa barang berharga lainnya milik korban.

“Memang aku nian pelakunyo, waktu dio (korban, red) duduk dekat warung SPBU Karangan kudekati. Abis itu kupukuli, korban belari. Aku samo BD ngejernyo, abis itu motor samo barang lain kami ambek,” akunya kepada awak media, Jumat (9/8) ketika release di depan Satreskrim Mapolres. Informasinya, sepeda motor tersebut digadaikan tersangka sebesar Rp 1,5 juta barter dengan narkoba kepada BD alias Bandar narkoba di Kelurahan Karang Jaya tetapi itu dibantah tersangka Elen.

“Bukan barter narkoba, duit ngadaikan motor itu untuk bayar kostan. Sebulan Rp 500 ribu, hasilnyo Rp 1,5 juta bagi duo dengan BD,” terangnya. Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH didampingi Wakapolres, Kompol Harris Batara SIk bersama Kasatreskrim, AKP Abdul Rahman SH MH dan jajaran membenarkan telah mengungkap aksi curas di SPBU Karangan dengan korban Candra Buana.

“Hasil pengerbekan di rumahnya, kita amankan tas berisi alat potong rambut milik korban. Tersangka sendiri sudah mengakui, kalau dirinya pelakunya. Rekan tersangka, BD masih DPO kita kejar. Kasusnya juga terus kita kembangkan,” terang Tito di sela-sela press release, Jumat (9/8). Sambungnya, akibat perbuatannya tersangka sendiri dijerat Pasal 365 KUHP tentang curas ayat 1 dan 2 ke 2e. Ancamanya, kata dia, maksimal 12 tahun penjara. “Tersangka, Elen sendiri masih terus menjalani pemeriksaan terkait kasus membelitnya,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed