oleh

Monopoli Bayern Munchen

-Olahraga-20 views

DORTMUND – Bayern Munchen semakin mendekati tangga juara Bundesliga 2019/2020. Meski Borussia Dortmund masih mampu menjaga jarak tujuh angka, monopoli Die Roten di Liga Jerman sulit terhentikan.

ROBERT Lewandowski dan kawan-kawan meraih kemenangan ke-22 mereka di Bundesliga musim ini dengan mengalahkan tim kuat, Bayer Leverkusen pada laga pekan ke-30, kemarin malam. Melawat ke BayArena, Munchen menang 4-2.

Dengan koleksi poin 70, upaya mereka untuk mempertahankan gelar sudah semakin dekat. Dortmund sebenarnya juga sukses menaklukkan Hertha BSC di Signal Iduna Park, dinihari kemarin, namun jarak tujuh poin sepertinya sudah sangat berat untuk mereka kejar.

Memang masih tersisa empat pertandingan lagi dan secara matematis Munchen masih bisa tersalip. Syaratnya, Munchen hanya meraih maksimal empat poin di empat laga tersebut dan Dortmund menyapu bersih pertandingan mereka.

Pada skenario ini, FC Hollywood, julukan lain Bayern akan mengakhiri musim dengan poin 74 dan Dortmund 75. Tapi masalahnya adalah, siapa yang bisa mengalahkan anak asuh Hansi Flick di empat pertandingan tersebut?

Borussia Monchengladbach yang jadi lawan Munich berikutnya memang kini ada di peringkat ketiga klasemen. Namun, performa mereka sejak liga dilanjutkan Mei lalu sama sekali tidak menggambarkan kalau mereka bisa menjadi pengganjal Bayern pada 13 Juni mendatang.

Apalagi, Borussia Monchengladbach juga harus melawat ke Allianz Arena. Dan dengan Lewandowski yang kini memimpin daftar top skor serta Thomas Muller, Si Raja Assist sedang dalam kondisi terbaiknya, mengalahkan Bayern seperti misi mustahil.

Dengan asumsi bahwa mereka akan melibas Gladbach di kandang sendiri, Munchen diprediksi sudah bisa mengunci gelar di pekan ke-32 yang digelar pada 16 Juni. Saat itu, Munchen akan mengunjungi markas tim zona degradasi, Werder Bremen.

Bahkan, bukan mustahil Bayern akan naik takhta lebih awal. Munchen yang juga akan menghadapi Freiburg dan Wolfsburg bisa memastikan gelar juara pekan depan kalau Dortmund tidak bisa mengalahkan Fortuna Duesseldorf yang akan tampil di kandangnya.

Untuk skenario juara ini, Bayern mengoleksi poin 73 sedangkan Dortmund yang juga masih harus mengunjungi markas tim kuat, RB Leipzig tertinggal 10 atau sembilan angka di belakang mereka. Dengan tiga pertandingan tersisa, Bayern sudah tidak akan tergeser dari puncak klasemen.

Andai tidak ada kajaiban yang terjadi hingga akhir musim dan Bayern benar-benar menjadi kampiun, itu akan semakin mempertegas dominasi mereka di Jerman. Itu karena gelar tersebut akan menjadi trofi kedelapan mereka secara beruntun.

Terhitung sejak musim 2012/2013, Bayern nyaris tidak mendapatkan perlawanan berarti untuk menjadi jawara Bundesliga. Dortmund hanya mampu mencuri dua gelar ketika mereka menjadi kampiun pada musim 2010/2011 dan 2011/2012.

Pelatih Bayern, Hansi Flick menegaskan, sikap dan mental kuat menjadi kunci sukses timnya yang sempat tercecer di papan tengah pada awal musim. “Sepak bola adalah tentang memenangkan pertandingan Anda. Kami telah menunjukkannya secara mengesankan pada tahun 2020,” katanya usai mengalahkan Leverkusen dikutip dari situs resmi Bayern.

Dortmund sendiri sepertinya sudah menyerah dalam perburuan gelar sejak kalah dalam laga El Klassiker, tiga pekan lalu. Dan, Pelatih Die Borussen, Lucien Favre saat ini cenderung lebih fokus mengamankan posisi di zona Liga Champions.

“Kami memiliki keunggulan tujuh poin atas dua tim (yang berpeluang finis empat besar). Tapi kami hanya akan melihat diri sendiri. Masih ada empat pertandingan. Kami akan memikirkan pertandingan demi pertandingan dan melakukan terbaik yang kami bisa,” tegasnya di situs resmi Dortmund. (amr/FIN/*)

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed