oleh

Miris, Banyak Anak Dibawah Umur Bertato

-Kesehatan-95 views

PRABUMULIH – Tak hanya orang dewasa, pemilik Tato di Kota Prabumulih juga banyak dari kalangan pelajar, yang notabenya anak dibawah umur. Mirisnya lagi, tato dibuat sendiri dengan menggunakan jarum dan tinta biasa.
Fakta itu diungkapkan oleh dokter spesialis hapus tato Dr Hj Sazia Kamal, saat dibincangi Prabumulih Pos akhir pekan lalu. “Ada beberapa pasien itu masih anak dibawah umur, baru tamat SMP. Buat sendiri katanya, ikut-ikutan teman,” kata dr Sazia.
Itu diketahui ungkap dr Zhea begitu disapa, saat pelaksanaan program hapus tato gratis yang digelar oleh dr Zhea dan IPEMI Prabumulih. “Itu kita benar-benar miris, sedih,” tuturnya.
Lebih membuat miris kata ibu tiga anak ini, orang tua anak-anak pemilik tato sama sekali tak mengetahui tato yang telah dibuat oleh anaknya tersebut. “Baru tahunya waktu akan dihapus, dan setelah anaknya ditolak saat akan masuk sekolah. Jadi memang ada beberapa yang datang menghapus tato karena akan daftar sekolah,” bebernya.
Kedepan dr Zhea berharap, tak ada anak-anak yang memasang tato. Sebab, selain berbahaya keberadaan tato akan mempersulit dalam menempuh pendidikan lebih tinggi. “Tentu bahaya itu tato, jarumnya dari mana higienis tidak. Kalau luka apa yang harus dilakukan, bisa-bisa terkena infeksi penyakit bahkan HIV,” tuturnya.
Disinggung terkait program hapus tato gratis, istri dari dr Rahmad Ginting ini mengaku program hapus tato saat ini masih berjalan. “Ini sudah tahap kedua, rata-rata peserta tahap 1 datang lagi ditahap 2. Bahkan yang tatonya kecil ada yang sudah mulai hapus dan hilang,” tukas pemilik Zheea Beauty Clinic ini.
Sementara itu, di Kota Prabumulih sendiri sejumlah sekolah menerapkan aturan dengan menolak calon siswa yang memiliki tato. Sekolah tersebut diantaranya SMK YPN Abadi, SMK YPS dan SMKN 1.
Di SMK YPN Abadi, sebagai sekolah SMK yang mayoritas siswanya laki-laki, tetap mengedepankan siswa yang bisa membaca Al Quran dan membiasakan Shalat Lima waktu. Sehingga selain terampil dalam bisa mesin otomotif juga memiliki pengetahuan agama yang akan menjadi modal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kita juga tidak akan menerima siswa yang bertato, jika dalam pelaksanaan pemerikasaan didapatkan ada yang bertato maka walaupun nilai akademik bagus, kita tetap tolak secara otomatis,” kata Ketua pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMK YPN Abadi Ir Sawaluddin beberapa waktu lalu.(05)

Komentar

News Feed