oleh

Miris, 4 Bersaudara Tinggal di Gubuk.Tanpa Didampingi Orang Tua

-Metropolis-411 views

PRABUMULIH – Pernah terbayang tumbuh tanda kedua orang tua? nah, hal itulah yang saat ini dialami Etin (13) dan ketiga adiknya Yanti (11), Vino (9) dan Rika (5). Keempat saudara yang masih di bawah umur kini tinggal di sebuah gubuk berukuran 2,5 x 3 meter berlantai tanah di RT 02 RW 05 Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur. Gubuk yang lebih mirip kandang kambing ketimbang hunian ini juga tak dilengkapi fasilitas sanitasi dan penerangan.
Tak hanya harus hidup dalam serba kekurangan, mereka pun harus tumbuh tanpa pendampingian kedua orang tua. Keberadaan ayahnya tidak diketahui. Sementara sang ibu yang informasinya sudah menikah lagi hanya datang menjenguk sesekali. Selebihnya, keempat bersaudara ini hidup dari belas kasihan warga sekitar.
“Ibu la balek ke sini lagi baru berapo hari ini kak, sekarang ibu lagi ke kebon. Kami tinggal di sini empat beradek. Setiap hari kami dak katek lampu, kalu malam gelapl,” ungkap Etin sembari memberikan potongan roti yang dibawa awak media kepada saudaranya.
Diakui Etin, bahkan jauh sebelumnya, ia pernah sendirian mengasuh dan tinggal ketiga saudaranya lantaran ibunya beberapa tahun lalu ikut tinggal di rumah bapak tirinya di Sungai Medang. “Pernah kami beempat bae tinggal di sini kak, ibu tinggal samo bapak tiri aku. Aku dak tau siapo bapak kandung aku kak, tapi kami sudah biaso kalu sering kelaparan,” katanya.
Selain hidup dengan segala keterbatasan dan tanpa pendampingan dari kedua orang tua, Etin mengungkapkan bahwa adik-adiknya juga mengidap sejumlah penyakit. “Yanti sering kejang-kejang, Vino dan Rika sekarang lagi sakit pilek lah duo minggu. Sudah aku enjuk obat beli di warung tapi kak,” tuturnya.
Etin yang beberapa tahun silam pernah tinggal di salah satu panti asuhan di Kota Nanas menuturkan, ibunya masih cukup sering menjenguk meski sudah tak tinggal bersama. Namun penghasilan ibunya yang sebatas buruh sadap karet harian tak mencukupi. Hingga ia pun terpaksa tak melanjutkan sekolah sejak di bangku kelas I sekolah dasar (SD).
“Tinggal sekarang yang masih sekolah adek Vino, dio sudah kelas 3 SD sekarang. Tapi dio ini sudah duo minggu idak sekolah oleh lagi sakit,” imbuh Etin sembari mengaku sudah terbiasa mengasuh ketiga adiknya di.

Seiringnya waktu berjalan hingga petang harinya sang ibu dari empat beradik itu belum kunjung pulang ke gubuk tersebut. “Ibunyo kalu biasonyo balek agak malam dari merumputnyo,” terang Syukri (50), salah seorang warga sekitar yang sempat dibincangi saat itu.
Menurut keterangan dari tetangga mereka itu, orang tua Etin tinggal di lokasi itu sudah cukup lama. Ibunya berasal dari Kelurahan Sungai Medang. “Kalu kebun itu punyo warga sini mereka cuma numpang tempat tinggal, tanah itu milik Pak Fen, wong sinilah jugo. Yang nomor dua Yanti itu keno sakit cacat,” tandasnya seraya mengatakan keseharian empat beradik tersebut apa adanya dan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap keluarga tersebut terutama anak-anaknya. (Mg03)

News Feed