oleh

Minta Tak Batasi Pendaftaran PPDB

PRABUMULIH – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP dihari pertama buka, dikeluhkan oleh para Wali Murid. Betapa tidak, tak sedikit orang tua yang mengaku tak bisa mengakses pendaftaran PPDB secara online disejumlah sekolah.
Padahal, para wali murid sudah mulai mendatangi sekolah sejak pagi hari. “Kan baru inilah pendaftarannyo, kok sudah ditutup dak biso dibuka lagi,” keluh salah satu wali murid yang mendaftar di SMPN 1.
Nah, dengan proses pendaftaran yang dibatasi membuat para wali murid khawatir akan adanya permainan dalam PPDB. “Daftar saja sudah begini, bagaimana saat penerimaan nanti. Harusnya terbuka, terima sebanyak-banyaknya,” keluh wali murid lainnya.
Terkait keluhan para wali murid, Wali Kota Ir H Ridho Yahya MM menyampaikan pihaknya akan mempertanyakan kepada pihak sekolah. Bahkan ia meminta agar keluhan disampaikan langsung kepadanya. “Nanti bukalah bila perlu seleksi yang pintar. Kalau ada pungutan laporkan kami,” pesannya.
Menurutnya, pendaftaran PPDB tak perlu dibatasi. Tapi memang dalam penerimaan siswa baru, tetap harus berdasarkan aturan yakni zonasi.“ Silahkan ikut tes sebanyak-banyaknya, tapikan itu zonasi penilaian tempat tinggal, juga ada jadi bagi yang tinggal dekat sekolah prioritas. Selain zonasi juga rangking dan tes,” ucapnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kusron SPd MSi, menyampaikan PPDB online dimulai 17 – 19 Mei. Dimana penerimaan dilakukan berdasarkan sistem online. “Itu sistem online apabila ada kendala tolong sampaikan ke kami, koordinasikan ke sekolah masing-masing. Sistem siap tapi memang ada miskomunikasi dan sekarang sudah dibuka. Namanya sistem kan dibuat, kami adukan dengan pembuat sistem itu,” jelas Kusron.
Disampaikannya, dalam penerimaan PPDB harus berdasarkan 3 hal, yakni Zonasi, Jalur Mutasi dan Prestasi. “Kalau dengan sistem zonasi dengan harapan, siswa dekat dengan rumah mengurangi kendala keberatan ortu yang harus antar jemput,” lanjutnya.
Ia menegaskan, dalam PPDB tidak akan ada permainan. Sehingga bila ada permainan, pihaknya akan meminta pertanggungjawaban dari sekolah. “Diknas punya posko pengaduan, kalau ada keluhan dan pengaduan silahkan datang ke kantor, email ada nomor WA juga kita ada,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed