oleh

Minta MGMP Susun Bahasa Komunikatif

/// Dalam Pembuatan Kisi Soal US dan USBN

PRABUMULIH – Musyawarah guru mata pelajaran (MGPM) yang saat ini tengah pembuatan kisi-kisi soal mata pelajaran ujian sekolah dan ujian ujian sekolah berbasis nasional (USBN), dapat mengerja atau menyusun kisi soal dengan menggunakan bahasa komunikatif.
“Artinya, bahasa digunakan mudah dimengerti atau pun dipahami alias bukan yang sulit,” ujar Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menegah Pertama Irawan Supmidi SPd MM ketika dibincangi koran ini, kemarin (6/2).

Begitu pun sebaliknya, kata dia, pihaknya juga mengharapkan agar seluruh MGMP tersebut dapat memperhatikan tingkat kesukaran kisi soal mata pelajaran (mapel) itu.
“Mulai dari tingkat kesulitan soal mudah, sedang dan sulit. Dan termasuk juga dalam penyusunan/penulisan kaidah soal baik dan benar harus diperhatikan,” jelasnya.
“Tentunya, itu semua harus berpedoman kepada Juklak/Juknis petunjuk operasional (POS) US dan USBN,” ujarnya.

Yang jelas, soal tersebut materinya boleh diambil dari kelas 7,8 dan 9 serta ditambahkan juga asal dari soal-soal ujian yang pernah dimunculkan.
“Kisi soal yang dibuatkan MGMP itu sudah harus kita terima paling lambat 1 Maret ini. Karena banyak yang harus dikerjakan mereka (MGMP, red) karena melalui proses cukup panjang seperti pengeditan, misalnya sebelum soal itu sampai berada ditangan kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Penilaian, Heryadi SPd menambahkan, ada 11 kisi-kisi soal mata pelajaran terdiri dari ujian sekolah dan ujian sekolah berbasis nasional yang dibuat 75 persen asal dinas pendidikan dan kebudayaan melalui masing-masing MGMP.
“Diantaranya mata pelajaran (mapel) IPA, bahasa Inggris, Indonesia, Matematika, Seni Budaya Keterampilan (SBK), teknologi informasi komputer (TIK) dan Mulok yang diperuntukkan ujian sekolah (US),” terangnya.
“Sedangkan ketiga kisi mapel ujian sekolah berbasis nasional (USBN)-nya, yaitu pendidikan agama Islam (PAI), ilmu pengetahuan sosial (IPS) serta pendidikan kewarganegaraan (PKN),” bebernya seraya mengatakan biaya operasional pembuatan kisi soal mapel tersebut diambil pihaknya dari anggaran pemerintah belanja daerah (APBD) tahun ini.

Soal-soal tersebut, sambung Heryadi, dibuat pihaknya terdiri dari gabungan dua set. Satu set soal dari materi kurikulum tingkatan satuan pendidikan (KTSP) 2006 dan setnya lagi Kurikulum (K13).
“Setiap set berjumlah A dan B,” tegasnya sambil menyebutkan untuk pembuatan kisi soal mapel IPA di SMP Negeri 1, Bahasa Inggris SMPN 6, Bahasa Indonesia SMPN 4, Matematika SMPN 2, IPS SMPN 7, PKN SMPN 3, PAI SMPN 5 dan SBK SMPN 11. (Mg 02)

News Feed