oleh

Minta Dinkes Awasi Puskesmas. Antisipasi Pemberian Obat Kadaluwarsa

PRABUMULIH – Saat ini ramai pemberitaan kasus dugaan pemberian obat kadaluwarsa oleh Puskesmas Kelurahan Kamal Muara Jakarta Utara. Menghebohkan lagi, pasien yang diduga diberi obat yang sudah habis masa pemakaian itu menjadi dua orang. Bahkan saat ini korban atas nama Novi Sri Wahyuni dan Winda Dwi Lestari sudah melapor ke Polsek Metro Penjaringan.

Nah, pemberitaan disejumlah media tersebut menjadi perbincangan hangat dimasyarakat. Bahkan, atas kejadian ini masyarakat berharap dapat menjadi pelajaran sehingga kasus serupa tak terjadi di Kota Prabumulih. “Baco berita online, jingok di tivi. Rata-rata bahas obat kadaluarsa ini galo. Jadi ngeri-ngeri jugo. Nak lebih hati-hati kalau berobat, nak diperikso nian,” kata Atika salah satu warga.

Masyarakat juga berharap, agar dinas kesehatan melakukan pemantauan rutin disejumlah pelayanan kesehatan. Sehingga tak ada Puskesmas atau pelayanan kesehatan yang lalai ataupun sengaja memberikan obat kadaluarsa kepada pasien. “Kalau terjadi tentu berbahaya, dinkes harus betul-betul memperhatikan ini. Periksa rutin tanggal obat-obatan,” harap Siti Warsia dan sejumlah warga di Kota Prabumulih.

Kepala Dinas Kesehatan dr H Happy Tedjo S MPh, melalui Sekertaris Hj Hesti W MM menegaskan, antisipasi agar obat kadaluarsa tak beredar sudah dilakukan oleh dinas kesehatan. “Dinkes rutin melakukan supervisi ke Puskesmas, pembinaan secara rutin,” ungkapnya. Dan untuk obat yang sudah expired tentu tidak akan dierdarkan, terlebih diberikan kepada pasien. Sebab, obat yang sudah memasuki masa kadaluarsa akan s egera ditarik. “Ditarik dan dimusnahkan, jadi tidak akan beredar,” tukasnya.

Sementara itu, dari laman JawaPos.com diberitakan Novi Sri Wahyuni, 21, seorang ibu hamil melaporkan pihak Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, Jakarta Utara ke Polsek Metro Penjaringan. Pelaporan itu dilakukan lantaran dugaan obat kadaluwarsa yang diberikan pihak puskesmas.
Kejadian itu dialami korban saat sedang mengontrol kandungan pada Selasa (13/8) lalu. Korban diberikan empat jenis obat saat itu. Salah satu jenis obat ternyata sudah kadaluwarsa. Akibatnya korban pun sakit perut dan sakit kepala.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan polisi pun memeriksa si apoteker. Sejauh ini, pihaknya juga telah memeriksa beberapa saksi seperti suami korban dan pihak Puskesmas Kamal Muara lain. Menurutnya, ada dugaaan kelalaian yang dilakukan puskesmas terkait pemberian obat. Obat kadaluwarsa tersebut harusnya didisposal atau dimusnahkan lantaran sudah kadaluwarsa.

“Sehingga pada saat ada orang yang menebus obat itu masih tercampur dengan obat yang sudah kadaluarsa, sehingga saat obat itu diberikan pada korban ini adalah memang obat yang sudah kadaluarsa,” ucap Kombes Budhi saat dikonfirmasi, Rabu (21/8). Dia menambahkan pihaknya hingga kini masih menunggu hasil pemeriksaan dari rumah sakit guna mengetahui apakah ada pengaruh dari obat kadaluwarsa tersebut pada janin yang sedang dikandung korban. Polisi pun telah menyita beberapa barang bukti semisal sisa obat yang kadaluwarsa dan sejumlah sampel yang diambil dari puskesmas itu.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Penjaringan Kompol Mustakim menambahkan hari ini pihak Puskesmas sudah di BAP. Tapi hasilnya belum bisa dipaparkan. Dia Mint bersabar karena hasil pemeriksaan masih ditindaklanjuti. “Sudah di-BAP. Tapi hasilnya belum bisa disampaikan ya,” kata Mustakim menambahkan.

Sementara itu, Dr. Agus Arianto Haryoso, Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan yang membawahi Puskesmas Kamal Muara, mengaku sudah meminta maaf kepada korban. Agus mengaku pihaknya telah bertanggung jawab dengan merujuk Novi ke RS BUN untuk menjalani pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, kata Agus, diketahui bahwa Novi dalam keadaan sehat. “Kemudian kami juga bertanggung jawab bahwa sampai dengan persalinan kami akan awasi terus dan gratis tidak membayar untuk periksa di puskesmas sampai persalinan,” ujarnya.(08/jpg)

Komentar

News Feed