oleh

Minta Beri Perhatian Khusus

MUSIBAH yang menimpa Kelvin, bocah yang masih duduk di bangku kelas III SDN 22 dikhawatirkan akan mengguncang psikologis hingga pergaulan korban nantinya.

Apalagi, dari berbagai kasus kebanyakan korban yang mengalami kecatatan fisik akibat kecelakaan tak jarang merasa dikucilkan, baik oleh teman sepermainan, masyarakat dan lingkungan sekitar.

Nah, agar hal tersebut tak menimpa korban, Ketua TP-PKK Ir Hj Suryanti Ngesti Ridho meminta keluarga, kerabat bahkan sekolah berperan memberikan motivasi, hiburan serta pendampingan kepada korban untuk tetap semangat dan tumbuh menjadi percaya diri nantinya.

“Saat ini yang terpenting kesembuhan korban, dengan diberi perawatan sebaik-baiknya. Namun disamping itu, dibutuhkan motivasi dan pendampingan agar selalu merasa diperhatikan,” kata Suryanti kemarin.
Disampaikan Suryanti, disamping pengobatan untuk penyembuhan. Psikologis korban juga harus diperhatikan, karena itulah orang-orang sekitar harus pandai menghibur dengan tidak menyinggung persaaan korban baik secara langsung atau tidak langsung.

“Tentu berat bagi korban dan keluarga, namun seiring berjalannya waktu dengan perhatian moril keluarga, masyarakat, teman dan lingkungan akan membuat korban menjadi lebih kuat,” imbuhnya seraya menambahkan keterbatasan fisik tak lantas menjadi penghalang untuk mengukir prestasi.

Begitupun bagi sekolah, Suryanti berharap agar kiranya sekolah juga dapat memberikan perhatian dan dukungan moril bagi korban. “Dengan ada perhatian lebih dari teman dan sekolah, korban akan lebih merasa senang. Tetap berikan perhatian dan perlakuan sama, ini musibah,” cetusnya.

Lebih jauh, ibu tiga anak itu mengungkapkan untuk memberikan dukungan dan perhatian bagi korban dan keluarga. Dalam waktu dekat TP-PKK Kota Prabumulih akan mengunjungi korban di RS Ar Bunda. “Bersama Pokja I kita akan melihat anak kita Kelvin, untuk memberikan semangat,” tuturnya.

Nah, dengan apa yang terjadi istri orang nomor satu di Bumi Seingok Sepemunyian ini berpesan, agar kiranya setiap orang tua khususnya ibu untuk terus memantau permainan anak diluar rumah. “Apalagi dibulan ini sudah beberapa kali terjadi, awasi dengan ketat saat anak bermain seperti di rel,” tukasnya. (05)

News Feed