oleh

Minimnya Kepatuhan Lalu Lintas Picu Lakalantas

Sumber Data : Satlantas/Polres Prabumulih. grafis sendi/prabumulih pos

PRABUMULIH – Sejumlah titik rawan pelanggaran di wilayah Satlantas Polres Prabumulih, menjadi lokasi rawan lakalantas di Kota Nanas ini. Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Travolta Hutauruk SIk MH dikonfirmasi melalui Kasat Lantas, AKP Betty Purwanti SIk didampingi Kanit Lakalantas, Ipda Wanianto SH menyebutkan, sejumah titik pelanggaran di Bumi Seinggok Sepemunyian ini meliputi: Jalan Padat Karya, rel KA Eks RSUD, Komperta Bawah Kemang, Pasar Inpres.

“Minimnya kesadaran masyarakat soal kepatuhan berlalu lintas, tidak jarang penyebab pelanggaran dan pemicu rawan lakalantas. Karena, melawan arus, lalu kelengkapan kendaraan kurang, berkecepatan tinggi, dan lainnya,” jelas Wani, sapaan akrabnya dibincangi akhir pekan lalu. Nah, kata dia, menekan angka rawan kecelakaan. Sebelumnya, dua perputaran telah ditutup. Yaitu, Simpang Soponyono dan Simpang GOR Harmonis. Selain itu, akunya telah dilakukan sejumlah upaya. Berupa; razia rutin dan patroli, penyuluhan ke masyarakat dan sekolah, penindakan berupa tilang, dan lainnya.

“Patroli dilakukan menggunakan R2 dan R4, secara berkala. Sebagai antisipasi dan pencegahan pelanggaran guna meningkatkan kepatuhan dan ketaat terhadap aturan lalin,” tukasnya. Sambungnya, titik rawan laka juga biasa dikenali dengan black spot. Dan, biasanya sudah terjadi lakalantas sebanyak tiga kali. Selain black spot, ada juga trouble spot. “Titik rawan macet, biasanya terjadi sepanjang Jalan Sudirman Pasar Inpres dan juga belakang pasar. Di Prabumulih juga ada kawasan tertib lalin, mulai dari Simpang Tugu Patung Kuda hingga Simpang Nasional,” bebernya.

Sebelumnya, kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah hukum Polres Prabumulih ditangani Satlantas, hingga Juli ini sudah terdata 19 kasus. Dari 19 kasus tersebut, informasi dihimpun koran ini 13 nyawa melayang alias meninggal dunia (MD). Lalu, 7 orang luka berat (LB) dan 16 orang luka ringan (LR). Kerugian material akibat kejadian itu, sekitar Rp 94,8 juta lebih.

Setiap mendapatkan informasi lakalantas, petugas Satlantas sigap mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), untuk lakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi-saksi serta menyelamatkan korban dan mengamankan barang bukti. “Penyebab utama lakalantas, human error atau kelalaian. Karena, tidak patuhnya terhadap aturan lalu lintas. Selain itu, kebanyakan tidak memakai kelengkapan keamanan berkendara,” ujarnya dibincangi awak media, belum lama ini.

Ungkapnya, sebagai langkah pencegahan dan antisipasi kejadian lakalantas. Akunya, penyuluhan lalulintas kerap kali dilakukan, baik menyasar kepada masyarakat atau pelajar. “Ketimbang nyawa melayang, kita tak henti-hentinya mengimbau agar patuh dalam berlalulintas dan menjadi promotor berlalulintas,” akunya.

Harapannya, tak lain akunya agar kesadaran patuh dan taat berlalulintas bisa meningkat. “Kita imbau pengendara motor dan mobil, menjadi promotor keselamatan berlalulintas. Sebagai, langkah antisipasi dan pencegahan lakalantas,” pungkasnya. (03)

Komentar

News Feed