oleh

Mesin Hermodialisa Jadi Prioritas Banggar

PRABUMULIH – Rencana pembelian mesin hermodialisa sebanyak dua unit, ternyata sudah dianggarkan Pemerintah kota (Pemkot) melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Induk 2018.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua I DPRD, HM Daud Rotasi SSos. Daud menyatakan, pihaknya menyambut positif langkah Pemkot melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
“Apa pun untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, program Pemkot akan kita dukung. Jelas adanya penambahan mesin hermodialisa ini, pasti sangat berguna bagi penderita gagal ginjal di kota ini.
Sehingga, tidak perlu jauh-jauh lagi cuci darah ke Palembang,” ujar Daud dibincangi koran ini, kemarin (12/10).
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini menyebutkan, semakin banyak mesin hermodialisa yang dimiliki RSUD, jelas makin banyak pasien gagal ginjal yang bisa dilayani. Tidak hanya warga Prabumulih yang bisa tertolong. Tepai, warga kabupaten/tetangga demikian. Tidak perlu jauh ke Palembang untuk cuci darah.
“Masalah pembelian mesin hermodialisa juga telah dibahas dirapat internal Banggar, untuk pembeliannya akan kita lihat atau sesuaikan anggarannya. Jika memungkinkan, jelas akan menjadi prioritas kita,” bebernya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjelaskan, tidak menampik kalau pembelian mesin hermodialisa dilatar belakangi terus meningkatnya kebutuhan pasien cuci darah.
“Memang sudah seharusnya ditambah. Kalau perlu lebih dari dua unit, asalkan mesin hermodialisa memang bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Terpisah, Wali kota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM menambahkan, penambahan mesin hermodialisa yang dilakukan RSUD Prabumulih merupakan langkah tepat. Apalagi, kebutuhan pasien cuci daerah memang cukup banyak.
Menurutnya, setelah beroperasi ruang hermodialisasi di RSUD, ternyata, banyak peminatnya. Bukan hanya, warga Prabumulih tetapi juga kabupaten/kota tetangga yang memanfaatkanya.
“Karena, terbilang lebih dekat dan hemat. Kita menyarankan tidak hanya melalui APBD Induk dianggarkan pembelian mesin hermodialisa tersebut. Tetapi, juga ditambah oleh pihak ketiga dengan sistem bagi hasil,” tandasnya.
Penambahan mesin hermodialisa ini, jelasnya akan lebih memudahkan pelayanan cuci darah bagi pasien yang membutuhkan. Sehingga, tidak perlu terlalu lama antri menunggu proses cuci darah.
“Yang jelas, semakin banyak pasien cuci darah yang tertolong. Adanya penambahan mesin tersebut. Dan, pelayanan pasien cuci darah bisa terus ditingkatkan,” bebernya. (06)

News Feed