oleh

Meresahkan, Kasi Trantib Cambai Tertibkan Lokasi Biliar

//Diduga “Markas” Perjudian

PRABUMULIH – Lantaran meresahkan masyarakat, keberadaan lokasi permainan biliar di Kelurahan Cambai Kecamatan Cambai ditertibkan oleh pihak Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Cambai.

Penertiban tersebut sangat mendasar, selain meresahkan karena menjadi tempat keramaian. Di lokasi permainan biliar, juga diduga kerap dijadikan tempat perjudian hingga pagi hari.

Penertiban tempat keramaian yang meresahkan, merupakan upaya tindak lanjut dari intruksi Walikota Prabumulih yang tertuang dalam Perda nomor 28 tahun 2003 tentang Ketentraman dan ketertiban. Perda nomor 3 tahun 2003 tentang kebersihan keindahan, ketentraman dan ketertiban. Serta Perda nomor 2 tahun 2006 tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Camat Cambai Mat Zainal SAg MM melalui Kasi Trantib Lusi Irawati SST MSi menuturkan, aksi penertiban yang dilakukan karena sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat. “Masyarakat sudah sangat resah, dengan itu kita menjalankan tugas selaku Kasi Trantib yang diberi kepercayaan. Dengan menertibkan keramaian yang meresahkan agar Prabumulih Prima terutama Agamis BERSINAR (Bersih Dari Narkoba),” kata Lusi Irawati.

Kasi Trantib Lusi Irawati SST MSi

Lusi menyampaikan, berdasarkan laporan dari masyarakat dan pantauan aksi perjudian di lokasi dilakukan setiap harinya. Selain itu, warga juga resah atas keberadaan wanita yang diduga sebagai wanita penggilan dengan berpakaian minim dan tak pantas melintasi wilayah tersebut.

“Malam sampai subuh, terbit matahari masih ramai berisik karena ada musik yang membuat warga tidak bisa tidur,” tuturnya.

Lebih lanjut Lusi menegaskan, bila hal tersebut tentu melanggar peraturan daerah (Perda). “Ini melanggar Perda. Sehingga penertiban keamanan dan Ketertiban dalam Wilayah Kecamatan Cambai akan terus dipantau,” lanjutnya.

Selaku Kasi Trantib ia berharap, apa yang telah dilakukan tersebut dapat menyadarkan masyarakat atau pun oknum yang melanggar Perda untuk tidak membuat keresahan, “Agar masyarakat tahu dan sadar untuk insaf tidak boleh melanggar Perda dan Agama,” harapnya seraya menambahkan bagi pelaku atau pun kalau ada aparat yang membekingi perbuatan melangar Perda dan Agama untuk segera insyaf dan melakukan pekerjaan yang Halal. (08)

Komentar

News Feed