oleh

Merencanakan Masa Depan Secara Tepat

Jakarta – Perencana keuangan, Aidil Akbar Madjid mengatakan ada tiga pilar yang paling penting dalam setiap orang. Tabungan, investasi dan asuransi.
“Tabungan itu dipakai untuk jangka pendek, kebutuhan-kebutuhan di bawah setahun dan emergency fund, ” kata Aidil di kantor Maybank Indonesia, Jakarta, Rabu (8/8).
Kalau dulu, orang menabung bisa 90 persen dari total penerimaan, kini hanya bisa 40 persen.
Kemudian, soal asuransi juga dinilai penting karena menyangkut kesehatan dan biaya rumah sakit yang sangat mahal. Apalagi kalau mengandalkan uang tabungan untuk biaya kesehatan, lama-lama akan habis.
“Karena itu, risikonya kita pindahkan. Caranya dengan mengalihkan ke pihak ketiga, yaitu perusahaan asuransi,” katanya.
Sementara untuk masa depan, biaya sekolah anak dan masa tua, seseorang bisa menginvestasikan sebagian uangnya. Namun perlu dicatat bahwa investasi merupakan aset jangka panjang.
“Jadi jangka pendek pakai tabungan, jangka panjangnya investasi kemudian untuk memproteksi bahwa itu bisa berjalan kita punya asuransi, ” tukas Aidil.
Sementara itu, Director Community Financial Service Maybank Indonesia Jenny Wiriyanto mengatakan, pihaknya telah menggandeng PT Allianz Life Indonesia dengan meluncurkan tabungan dengan hadiah asuransi kesehatan bertajuk tabungan MySaveR. MySaveR memiliki sembilan manfaat diantaranya tidak perlu membayar premi asuransi, tanpa perlu medical check up, tanpa pengecualian. Tanpa ada masa tunggu klaim, dapat diklaim di lebih dari 800 rumah sakit, dan dapat digunakan di luar negeri dengan melakukan reimbursement.
Cara mengikuti tabungan MySaveR cukup dengan membuka tabungan dengan nilai penempatan mulai Rp 100 juta-Rp 1 miliar. Nasabah akan tetap mendapatkan bunga atas pokok tabungan dan kepesertaan asuransi yang berlaku 1 tahun. Namun selama satu tahun, nominal tabungan tersebut ditahan oleh Maybank.
“Target kami dapat meningkatkan jumlah nasabah sebesar 15% dan volume tabungan naik 10% hingga akhir,” kata dia.
Khusus untuk MySaveR, Jenny menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 5 triliun. Guna mencapai target tersebut Jenny akan melakukan edukasi dan promosi kepada nasabah.
“Supaya cepat ke market kami mulai dari Rp 100 juta dulu. Memang market kita menengah maka kami usahakan launch yang lebih rendah,” ujar Jenny. (Mad/FIN)

News Feed