oleh

Merasa “Terjajah”, Warga Bongkar Patok Wilayah Tepat di Hari Kemerdekaan

-Metropolis-34 views

PAYUPUTAT – Tepat di hari kemeredekaan RI ke-74, Sabtu (17/8) sejumlah warga Kelurahan Payuputat membongkar patok batas wilayah yang telah dipasang Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Pembongkaran patok wilayah dilakukan, dikarenakan patok yang dipasang disebut ilegal, dan lahan yang dipasang patok merupakan milik warga Payuputat. Sementara sampai saat ini permasalahan tersebut belum juga tuntas.

“Kami masyarakat sangat resah dengan tapal batas ilegal itu. Itu dipasang tanpa sepengetahuan masyarakat, dan tempatnya tidak sesuai dengan batas lama,” tegas Murdani SE tokoh pemuda Kelurahan Payuputat. Murdani menyampaikan, pembongkaran disaksikan langsung oleh seluruh ketua RT, RW LPM, tokoh masyarakat dan linmas. “Semua berkumpul, dan kami membongkar patok,” tuturnya.

Disinggung waktu pembongkaran yang bertepatan dengan hari kemerdekaan RI, apakah karena masyarakat merasa terjajah dan ingin merdeka? Menurut Murdani, pembongkaran dihari 17 karena semua masyarakat berkumpul untuk mengikuti upacara. “Itu salah satunya (merasa terjajah). Dan pagi itu upacara, jadi semua berkumpul dan sepakat untuk membongkar patok,” ucapnya.

Saat ini ungkap dia, patok yang sudah dibongkar dibawa ke Kantor Kelurahan. “Kami tempatkan disana, kami juga sudah memberitahu Lurah dan Camat,” bebernya. Selaku tokoh pemuda, ia dan masyarakat berharap agar pemerintah kota, DPRD segera menyelesaikan permasalahan tersebut. “Kami tidak ingin sampai terjadi hal tak diinginkan, karenanya kami sangat memohon supaya segera dicarikan solusi dan selesaikan permasalahan ini,” harapnya.

Sarul tokoh adat Payuputat menambahkan, pemasangan patok wilayah terjadi di RT 01. Dan sudah mengalami pergeseran. “Patok tapal batas pertama didekat sungai Lematang, dikebun amaris danau manggal. Kemudian patok kedua diantara Limau,” tukasnya. (08)

Komentar

News Feed