oleh

Mengenang Sosok Almarhum H Suparno bin Wonokoromo Semasa Hidup

Bersahaja, Tegas, Dekat dengan Karyawan

Semasa hidup H. Suparno bin Wonokoromo dekat dengan karyawannya. Bahkan seperti tidak ada jarak antara bos dan anak buah. Gayanya tegas, dan tidak suka bertele-tele itu tercermin dalam setiap tulisannya. Berikut kisah almarhum semasa hidup?

ADE ROSAD – Prabumulih

“INNAALILLAAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN…”. Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Demikian do’a yang ramai ditulis di Grup Manager Sumatera Ekpres Rabu (9/12/2020) sekitar pukul 08.07 WIB. Tulisan tersebut pertama kali diunggah oleh Manager Keuangan Sumatera Ekspres Grup Hj. Muwarni menginformasikan H Suparno bin Wonokoromo telah wafat. Meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya.

Sontak saja, koran ini kaget, dada terasa sesak, sedih hingga tanpa disadari air mata pun menetes. Pikiran pun menerawang jauh. Terangkat sosok almarhum yang dikenal enerjik. Alamrhum adalah sosok panutan. Sukses memimpin media cetak pada sejumlah wilayah di tanah air.

Seperti Sumatera Ekspres Grup di Sumatera Selatan (Sumsel), Rakyat Bengkulu (RB) Grup di Provinsi Bengkulu, Jambi Independent Grup di Provinsi Jambi, Radar Lampung Grup di Provisi Lampung serta sebagain di pulau Jawa seperti Banten dan Cirebon dan daerah lainnya di Jawa.

Pertama kali kabar diterima karyawan di jajaran Sumeks Grup sekitar pukul 07.04 WIB. Muncul postingan lewat Grup WhaatsApp Manager Sumatera Ekpres yang disampaikan Mbak Rose, yang bertugas di Jakarta menulis “assalamualaikum teman2…mohon doanya ya..bapak Suparno sekarang ini lagi enggak sadar…semoga ada doa kita yg diijabah Allah swt…pak Parno bisa sadar kembali…aamiin..Alfatihah”.

Postingan di grup WhaatsApp itupun langusng disambut oleh rekan-rekannya yang lain. Pertama kali oleh Direktur Percetakan Sumex Intremedia M. Zadjuli “Laalaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Ia bu hajah. Semoga Pak Parno cepet sembuh dan sehat kembali”, selanjutnya General Manager Sumatera Ekspres Hj Nurseri “Ilaa ruuhi wa jasadi suparno bin wonokromo syai ullillaahi lahul faatihah” dan dilanjutkan dengan anggota grup lainnya.

Hanya saja. Tepat pada pukul 08.26 WIB postingan yang mengejutkan muncul dari Manager Keuangan Sumatera Ekspres Grup Hj. Muwarni “Innaalillaahi Wa Inna Ilaihi Rojiun telah meninggal bapak kita barusan”. Sesaat munculnya  postingan tersebut, postingan doa pun ramai di grup manager. Ya…rasa sedih mendalam dirasakan semua karyawan Sumeks Grup. Dimana almahrhum adalah sosok yang bersahaja, tegas dan ramah dengan siapapun.

Sekitar pukul 11.07 WIB jenazah almarhum diberangkatkan dari Jakarta menuju Dusun Krajan Desa Pocol 03/01 Kecamatan Sine Kabupaten Ngawi Jawa Timur, untuk disemayamkan selanjutnya dimakamkan di tanah kelahirannya. Sebelumnya, almarhum menderita sakit lambung. Dan menjalani perawatan di Jakarta. Tepatnya di RS Hermina dan RSCM. Almarhum sendiri lahir pada 10 Maret 1958 silam.

Inzet: Jenazah almarhum saat di Rumah Sakit bersama anak dan keluarga. Foto: Sumeks Grup

Banyak kenangan yang didapat semasa almahum hidup. Yang lebih menonjol pada sosok alamrhum Suparno adalah gayanya enerjik. Itulah kesan yang melekat pada sosok jurnlais kawakan yang piawai menulis feature. Gaya tulisanya khas. Tegas, tidak bertele-tele. Hal itu sama dengan sikapnya setiap berucap. Ya, singkat, padat dan jelas. Gaya tulisan feature-nya mengunakan bahasa tutur, mudah dimengerti dan seakan larut dalam ceritanya.

Kini sosok yang selalu menjadi panutan dalam dunia pers ini telah tiada. Pergi meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. Semoga almarhum husnul khotimah. Diterima segala amal ibadah, dan diampuni segala dosa. Dan ditempatkan ditempat yang layak di sisi-Nya. Aamiin…

Setiap berjumpa almarhum semasa hidup selalu menyapa karyawannya dengan ramah. Tawa khasnya selalu mengembang di bibirnya. Suaranya lantang saat bicara, menggambarkan ketegasannya. “Eh apa kabar?” itulah yang selalu diucapkannya setap bertemu dengan karyawannya. “Ya, ya..semangat ya. Pokoknya fokus” ucapnya dengan senyum khas mengembang.

Sosok Suparno selalu aktif dalam mendorong kemajuan anak buahnya. Wajar perusahannya tumbuh berkembang dan sehat. Karyawannya banyak. Dan karya jurnalitik Sumatera Ekspres Grup diakui tingkat nasional. Banyak wartawan handal lahir dari didikannya. Di Sumsel saja, perusahaan grup hadir di 17 kabupaten kota. Ini menunjukan komitmen almarhum dalam membangun dunia pers di Bumi Sriwijaya. (*)

Komentar

News Feed