oleh

Mengenal Sosok Sri Bainun, Kasubag Humas Pemkab OKUT, Seperti Apa ?

Untuk meraih cita-cita menjadi ASN memang tak mudah. Terlebih melalui jalur honorer. Butuh waktu, rintangan, tantangan, kegigihan dan kesabaran. Inilah yang dirasakan Sri Bainun, Kasubag Humas Pemkab OKUT. Berikut ceritanya.

ADE ROSAD – Martapura

SIBUK. Itulah yang terlihat di kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur (OKUT) Rabu (27/2). Di beberapa lorong lalu lalang Aparatur Sipil Negera (ASN) atau PNS sembari menenteng berkas berjalan dari ruangan ke ruangan. Waktu menunjukan pukul 10.15 WIB. Masih pagi, cuaca pun cerah. Hanya langit sedikit berawan.

Setelah menaiki tangga menuju lantai 2, koran ini berpapasan dengan seorang clening servis (CS). “Eh kak ade, Apa kabar ? nak kemano kak,” ujarnya lugu kepada koran ini. Tugas sebagai wartawan Harian Pagi Sumatera Ekspres (Sumseks) yang lumayan lama dari 2005 hingga 2013 di Kabupaten OKUT membuat koran ini tak asing lagi dengan beberapa pegawai di lingkungan Pemkab OKUT.

Dengan waktu yang cukup lama itu, masih banyak yang mengenal. Selanjutnya pindah tugas ke Palembang pada 2013 setelah sebelumnya belajar di Jawa Pos Surabaya (Induk Sumeks,red). Hingga akhirnya dikaryakan tugas di Harian Umum Prabumulih Pos. Sembari tersenyum petugas CS itupun menujukan ruang Humas Pemkab OKUT. “Kakak nak ke Humas dek,” ujar koran ini sembari mengucapkan terima kasih kepada petugas CS yang menyapa koran ini.

Setelah membuka pintu ruang Humas dan Protokol, suasana terlihat sibuk. Para ASN ada yang tengah berdiskusi dengan rekan kerjanya, ada yang menerima tamu, bahkan ada yang sibuk mengetik di laptop untuk melengkapi berkas. Di sudut ruangan sebelah kanan, duduk seorang wanita cantik berjilbab. Dia tengah menerima tamu dan berbincang serius.

“Eh ade. Tunggu dulu yo, lagi ada tamu,” ucap wanita berjilbab cream berbaju putih yang belakangan memiliki nama nama lengkap Sri Bainun, S.I.Kom. Ia menjabat Kasubag Humas Pemkab OKUT. Ya, dia merupakan ASN yang diangkat dari jalur honorer pada 2007 silam. Kemampuan dalam protokoler dari segi pembawa acara membuatnya tetap eksis bertugas di Humas dan Protokol Pemkab OKUT hingga sekarang.

Meski dalam beberapa waktu pernah bertugas di Kelurahan Pangkusengkuyit Martapura, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Kantor Informasi dan Komunikasi (Inforkom) OKUT. Tapi tidak begitu lama. Saat ini kembali lagi bertugas di Humas dan Protokol. Setelah selesai menerima tamu, wanita yang hoby bernyanyi itupun memanggil koran ini. “Maaf ya agak lama nunggu,” katanya dengan suara datar.

Sesekali terlihat tangannya memindahkan beberapa berkas yang ada di hadapannya. “Kami kerja harus cepat. Sebab harus selesai. Itu yang diharapkan pimpinan,” terangnya. Ia mengaku tugas adalah sebuah amanah dan tanggung jawab yang harus diemban. Jadi tidak boleh ditunda-tunda. “Kalau bisa selesai sekarang, kenapa harus ditunggu nanti, besok atau lusa. Yang jelas tugas harus diselesaikan dengan baik dan cepat,” ujarnya tegas.

Sebagai ASN yang sebelumnya berstatus honorer, tentunya banyak pengalaman yang dilalui. Terlebih sejak pemekaran Kabupaten OKUT dirinya sudah aktif sebagai tenaga honor. “Iya saya mulai kerja 2003 lalu. Sebelumnya tugas di Kabupaten OKU, kemudian setelah bergulir pemekaran kabupaten, status honor saya dilimpahkan ke Kabupaten OKUT. Dalam bekerja saya selalu ikhlas,” ujarnya dengan tatapan ke depan seakan mengingat kembali kenangan saat itu.

Dulu lanjut dia, ia hanya ingin kerja. Tidak mempersoalkan honor yang akan diterima. “Hehe, saya pernah dapat honor Rp75 ribu dulu. Kemudian meningkat Rp150 ribu per bulan. Bagi saya, itu rezeki dan saya harus terus bekerja dengan baik. Sebab pimpinan pasti akan menilai kinerja saja. Bahkan sempat tak dapat honor selama setahun,” kata isteri dari Pardi Alamsari ini.

Menurutnya, hidup adalah perjuangan dengan berharap ridho dari Allah SWT. Sebab, manusia hidup ini tidak lain untuk beribadah kepada-Nya. Jadi apapun aktivitas yang dilalui, semata-mata mencari keberkahan-Nya. “Saya niat bekerja dan mengabdi kepada bangsa dan negara. Jadi tidak pernah putus asa. Selalu optimis menjalani kehidupan,” terang ibu dari Bella Zahara Puteri dan Prayoga Alamsyah.

Setalah diangkat mejadi ASN 2007 lalu, ada beberapa jabatan yang sempat diembannya. Diantaranya Kasiyanmum Kelurahan Pakusengkunyit Martapura, Kasi Perencanaan di Badan Aset Daerah, Kasi Cagar Budaya dan Museum Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kasi Komunikasi Publik di Kominfo dan saat ini mejabat Kasubag Humas Pemkab OKUT.

Ia berperinsip, ingin selalu menjadi yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan negara. “Ia itu motto hidup saya. Apalagi suka bekerja keras. Jangan sampai waktu itu terbuang percuma. Waktu akan terus berjalan, sayang kan’ kalau dibiarkan berlalu begitu saja,” katanya.

Sejak bekerja menjadi tenaga honor dan kemudian diangkat menjadi ASN, membuatnya selalu bersyukur. Menurutnya pengalaman adalah pendidikan. Karena ada proses di sana. Semuanya menyikasan pelajaran yang bisa diambil.

Ia berperinsip untuk mendapatkan kesuksesan itu tidak mudah. Harus ada proses panjang. Tentunya harus tegar menghadapi berbagai rintangan. “Dengan proses maka hasil yang didapat akan lebih baik. Karena ada tahapan yang dilalui. Apa yang saya alami tentunya menjadi pengalaman berharga dan bisa menjadi bahan pemikiran anak saya nanti,” pungkas anak dari pasangan Idrom Umar dan Siti Rohmah ini. (*)

News Feed