oleh

Mengenal Sosok Alia Savitri Anjani, Siswa SMAN 3 Pembawa Baki HUT RI ke-74

Bercita-cita Masuk IPDN, Sejak Kecil Sering Ikut Gerak Jalan. ALIA Savitri Anjani, Siswa SMAN 3 terpilih menjadi pembawa baki pada pengibaran duplikat bendera pusaka di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako) pada puncak peringatan HUT RI ke -74 tahun ini. Bagaimana sosoknya?.

PUNCAK Peringatan HUT RI ke-74 ditandai dengan pengibaran dan penurunan bendera di Halaman Rumah Dinas (Rumdin) Walikota (Wako), Sabtu (17/8). Begitu detik-detik proklamasi dimulai, Anggota Paskibraka bersama Pasukan Yonzipur 2/SG dan Polres Prabumulih mulai menjalankan tugasnya.

Ratusan mata memandang, pasukan Anggota Paskibraka mulai langkah tegapnya menuju Wako, Ir H Ridho Yahya MM untuk mengambil bendera untuk selanjutnya dikibarkan. Dipercaya untuk bertugas pembawa baki, Aulia Savitri Anjani, yakni siswi SMAN 3. Setengah jam lamanya, pengibaran bendera tersebut akhirnya sukses, tanpa ada kesalahan dan berkibar dengan sempurna.

Sebagai pembawa baki, Alia, sapaan akrabnya merasa bangga telah bisa menjalankan tugas dengan baik. “Alhamdulillah, pengibaran bendera sukses. Berkat kekompakan semua Anggota Paskibraka dalam melaksanakan tugasnya berjalan dengan sempurna sesuai harapan,” ujar putri sulung bungsu H Sajili Sairin SH MH, Hakim Tinggi PT Bengkulu dan Hj Risma Sumarni SKM MSi, PNS RSUD ini.

Baginya menjadi Anggota Paskibraka sudah menjadi kebanggaan dan prestasi. Terlebih gadis kelahiran, Prabumulih, 16 April 2003 itu terpilih menjadi pembawa baki. “Apalagi, dari 30 Anggota Paskibraka ada 14 putri. Kami berlatih keras satu sama lain, seminggu sebelum pengibaran akhirnya ditentukan siapa berhak menjadi bawa baki. Terpilih lah Aulia, tidak menyangka sama sekali dan sekaligus bangga,” cerita siswi Kelas III IPS ini.

Meski anak bungsu, Aulia memang hanya manja di rumah saja. Tetapi di kalangan temannya tergolong mandiri. Apalagi, terbukti jerih payahnya menekuni latihan teknik baris bebaris selama ini, ia terpilih mewakili sekolahnya menjadi Anggota Paskibraka.

“Selama latihan, memang sempat grogi. Tetapi, ketika hari H. Alhamdulillah tugas dipercayakan dan diamankan bisa dijalankan dengan baik. Ringan sekali beban berat, karena pengibaran bendera berjalan sukses,” jelas wanita memiliki hobi menyanyi dan menyukai bahasa inggris ini.

Ternyata, keberhasilannya menjadi Anggota Paskibraka, Aulia bercita-cita masuk IPDN ini sering ikut lomba gerak jalan, sejak kelas 4 SD. Bukan hanya itu saja, di sekolahnya ia pun mengikuti lomba ekskul paskibraka.

“Karena suka dan hobi kak, capek yah hilang sendirinya. Apalagi, tahun ini bisa terpilih dan masuk sebagai Anggota Paskibraka. Bahkan, dipercaya sebagai pembawa baki pada pengibaran bendera,” aku bungsu dari tiga saudara ini.

Orang tuanya, Risma, sangat bangga atas prestasi ditorehkan sang putri. Apalagi, dirinya tak menyangka, kalau putri bungsunya bisa menjadi Anggota Paskibraka dan dipercaya membawa baki dan berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik.

“Di rumah memang, adek (sapaan akrab Aulia, red) memang manja. Apalagi, dia anak bungsu dan perempuan sendiri dan kakaknya semuanya laki-laki. Ternyata, diluar rumah bisa mandiri. Dan, bisa masuk jadi Anggota Paskibraka dan menjadi pembawa baki,” ujarnya.

Selaku orang tua, jelas memberikan dukungan penuh. Apalagi, selama ini memang rutin ikut gerak jalan sejak SD. Dan, di SMAN 3, juga aktif dalam ekskul Paskibraka. “Aulia tidak sendiri lulus Anggota Paskibraka sendiri, bersama sejumlah temannya dari satu sekolah (SMAN 3, red,” pungkasnya.

Memang Aulia, tergolong berprestasi. Apalagi, sejak SD hingga SMA selalu meraih rangking kelas tiga besar. “Awalnya, Aulia bercita-cita sebagai pilot. Kini nampaknya, ingin masuk IPDN. Mudah-mudahan terwujud, kita mendoakan saja,” ujar wanita berjilbab ini. ANDRIAN PURJA, Prabumulih (*)

Komentar

News Feed